Jerman Suntik Tambahan Dana Rp 50,2 Triliun untuk Industri Otomotif

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 15:15 WIB
Jakarta -

Pemerintah Jerman mengumumkan pada hari Selasa (17/11) bahwa mereka akan membantu industri otomotif yang sedang "sakit" dengan tambahan dana sebesar € 3 miliar (Rp 50,2 triliun), sehingga total suntikan dana Berlin untuk industri tersebut menjadi € 5 miliar (Rp 83,7 triliun).

Pengumuman itu dipublikasikan setelah Kanselir Angela Merkel bertemu dengan beberapa pejabat industri mobil dan serikat buruh, termasuk IG Metall yang merupakan serikat buruh terbesar Jerman.

"Kami semua sadar bahwa industri sedang melalui masa sulit yang berdampak terhadap ratusan ribu pekerjaan," kata Menteri Ekonomi Peter Altmaier.

Steffen Seibert, juru bicara Merkel, mengatakan bahwa bantuan dana tersebut akan membawa "perubahan struktural jangka panjang" dalam industri otomotif.

Pemberian subsidi itu diharapkan dapat meningkatkan penjualan mobil, yang sebelumnya mengalami penurunan tajam pada paruh pertama tahun 2020 yang sebagian besar disebabkan oleh pandemi virus corona.

Subsidi diperpanjang untuk mobil listrik

Seibert mengatakan bahwa paket stimulus saat ini juga akan digunakan untuk mendukung produsen suku cadang mobil. Dia menambahkan bahwa dari paket ini, Jerman akan memompa € 1 miliar (Rp 16,7 triliun) untuk memperpanjang subsidi kendaraan listrik hingga 2025.

Seibert mengatakan subsidi tersebut diharapkan dapat menciptakan "strategi transformasi" jangka panjang seiring industri berkembang menuju mobil listrik. Tujuannya adalah untuk menggabungkan kekuatan dalam meningkatkan "kerja sama antara tingkat federal, negara bagian, dan regional" serta meningkatkan kolaborasi antara industri, serikat pekerja, dan sains.

IG Metall menyambut baik paket stimulus dan perpanjangan subsidi kendaraan listrik. Hildegard Mller, Presiden Asosiasi Industri Otomotif (VDA), mengatakan bahwa langkah tersebut akan membantu menyelamatkan banyak pekerja.

Industri mobil Jerman sudah mulai beralih ke kendaraan listrik ketika pandemi melanda - sehingga membuat ratusan ribu pekerja dalam risiko.

Paket stimulus menuai kiritk

Gerakan aktivis lingkungan Fridays for Future (FFF) menyebut paket investasi itu sebagai "blokade dalam transisi mobilitas." FFF secara khusus mempermasalahkan subsidi pemerintah Jerman untuk kendaraan hibrida. Para juru kampanye mendorong tindakan lebih keras untuk menekan penggunaan bahan bakar fosil.

BUND, sebuah organisasi perlindungan lingkungan mengatakan bahwa dukungan untuk kendaraan hibrida plug-in akan menjadi kesalahan "fatal" bagi perlindungan iklim, karena mobil-mobil tersebut hanya sebagian yang menggunakan sumber daya listrik.

Selain itu, Prancis juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan pemerintah Jerman. Pada bulan Mei, pemerintah Prancis mengumumkan rencana bantuan dana sebesar € 8 miliar (Rp 133,9 triliun) untuk meningkatkan industri otomotif lokal.

Paket stimulus tersebut meliputi langkah-langkah untuk meningkatkan produksi lokal mobil listrik dan hibrida, hingga memberi insentif kepada pembeli untuk mobil beremisi rendah melalui peningkatan subsidi pemerintah.

ha/gtp (AFP, dpa)

(ita/ita)