Petahana Andrzej Duda Hampir Pasti Menang dalam Pilpres Ketat di Polandia

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 16:49 WIB
Jakarta -

Kandidat petahana Andrzej Duda dari kubu konservatif menang tipis dari pesaingnya, walikota Warsawa Rafal Trzaskowski, kata Komisi Pemilu Nasional Polandia dalam konferensi pers Senin pagi (13/7).

Hasil penghitungan suara dari 99,97 persen TPS menunjukkan, Andrzej Duda, yang didukung partai konservatif yang berkuasa PiS, meraih 51,2% suara, kata Komisi Pemilu. Rafal Trzaskowski, kandidat partai oposisi terbesar Platform Sipil Polandia PO, meraih 48,8% suara.

Ketua Komisi Pemilu mengatakan, suara yang tersisa yang masih akan dihitung tidak akan mengubah hasilnya secara signifikan. Pemilu final itu dilangsungkan hari Minggu (12/7), dengan dua kandidat presiden yang mendapat suara terbanyak dalam pemilihan sebelumnya.

Berlangsung ketat

Sebelumnya, Komisi Pemilu mengatakan tidak akan mengumumkan hasil sementara seperti yang telah dilakukan di masa lalu, tetapi hanya hasil akhir, setelah perolehan suara berlangsung ketat kejar-mengejar.

Kubu oposisi PO mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan informasi tentang kemungkinan"penyimpangan" pemungutan suara.

Kami sedang mengumpulkan informasi dan sinyal tentang berbagai penyimpangan," kata Tomasz Siemoniak, anggota parlemen dari kubu oposisi PO kepada kantor berita Reuters hari Minggu (12/7).

Pengamat mengatakan, hasil pemilu bisa saja kemudian disengketakan di Mahkamah Agung oleh kedua kubu, mengingat hasilnya sangat ketat.

Masalah registrasi pemilih

Kubu oposisi antara lain memrotes soal registrasi pemilih di luar negeri, yang disebut tidak menerima paket pemungutan suara mereka tepat pada waktunya.

"Masalah registrasi, kiriman paket pemilihan dan situasi kemarin di Split (Kroasia), di mana pada jam 10 malam masih ada antrian sepanjang enam jam (bagi pemilih), seperti apa yang disampaikan saksi mata. Ini menggambarkan ketidaksiapan," kata Tomasz Siemoniak.

Pejabat PiS yang coba dihubungi kantor berita Reuters belum menanggapi keluhan itu. Kementerian luar negeri juga tidak dapat dimintai tanggapan.

Pemilu presiden kali ini untuk pertama kali mengizinkan proses pemilu dan pemberian suara sepenuhnya lewat surat, sesuai perubahan aturan pemilu yang dibuat menghadapi pandemi virus corona.

hp/as (rtr, afp, ap)

(ita/ita)