Laporan China Tentang Pneumonia 'Lebih Mematikan' Dihentikan

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 14:16 WIB
Jakarta -

Kedutaan besar Cina di Kazakhstan memperingatkan warganya tentang radang paru-paru yang tidak diketahui identitasnya, setelah terjadinya peningkatan kasus yang signifikan pada bulan Juni 2020.

"Tingkat kematian akibat penyakit ini jauh lebih tinggi daripada pneumonia yang disebabkan oleh virus corona baru," katanya pada akun media sosial resmi WeChat.

Kedutaan Cina menggambarkan virus itu sebagai "jenis yang tidak diketahui," menurut South China Morning Post yang berbasis di Hong Kong.

Lembaga-lembaga kesehatan di negara Asia Tengah pun tengah berupaya mengidentifikasi alasan di balik lonjakan kasus yang tiba-tiba tersebut.

Kazakhstan, bagaimanapun, menolak klaim kedutaan Cina sebagai "berita palsu."

"Informasi yang dipublikasikan oleh beberapa media Tiongkok mengenai jenis pneumonia baru di Kazakhstan tidak benar," kata pemerintah Kazakhstan.

Kedutaan Cina imbau warganya

Menurut pernyataan kedutaan besar Cina di Kazakhstan, telah terjadi lonjakan kasus di kota Atyrau, Aktobe, dan Shymkent sejak pertengahan Juni 2020.

Kota Shymkent berjarak 1.500 km dari ibu kota regional Atyrau, sementara jarak antara Atyrau dan Aktobe adalah 330 km.

Pneumonia di Kazakhstan telah menewaskan 1.772 orang pada paruh pertama tahun ini, dengan 628 kematian pada bulan Juni saja, termasuk di dalamnya sejumlah warga Tiongkok, kata kedutaan besar Cina.

Pada hari Selasa (7/7), kantor berita negara Kazinform melaporkan peningkatan kasus pneumonia di bekas Republik Soviet ini pada Juni, jumlahnya lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama pada tahun 2019.

Kedutaan besar Cina di Kazakhstan mendesak warganya di negara itu untuk "meningkatkan pencegahan guna menurunkan risiko infeksi."

Berjuang membendung virus corona

Kazakhstan memberlakukan lockdown kedua pada minggu ini sebagai upaya untuk mengendalikan penyebaran virus corona. Data terbaru menunjukkan hampir 55.000 kasus infeksi COVID-19, termasuk 264 kematian. Jumlah kasus baru mengalami lonjakan pada hari Kamis (9/7) sebanyak 1.962. (ha/hp)

(ita/ita)