Para Perawat El Salvador di Berlin Mendadak Jadi 'Pahlawan' COVID-19

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 16:39 WIB
Berlin -

"Di El Salvador kami menjalani persiapan selama satu tahun untuk menghadapi berbagai situasi", kata Dennis Melendez, 21 tahun. "Tapi kami tak pernah membayangkan akan langsung menghadapi pandemi."

18 anak muda asal El Salvador datang ke Berlin untuk menyelesaikan pendidikan khusus sebagai perawat di dua rumah perawatan lanjut usia di Berlin. Mereka peserta pertama yang datang dalam rangka proyek perekrutan tenaga kesehatan dari El Salvador dan akan menjalani pendidikan selama tiga tahun di Jerman.

Sebelum diberangkatkan ke Jerman, mereka lebih dulu mengikuti pelatihan persiapan di negaranya selama satu tahun, termasuk belajar Bahasa Jerman dan mengenal kehidupan dan budaya di negara tujuan.

Sangat dibutuhkan di masa Covid-19

Mereka tiba bulan Desember 2019 di Berlin dan tinggal di asrama perawat. "Walaupun baru beberapa bulan berada di Jerman, tenaga mereka sekarang sangat dibutuhkan, justru pada saat-saat ini", kata Katrin Eschenwerk, koordinator proyek percontohan Pro Seniore.

Kehidupan di asrama perawat dan di rumah lanjut usia pada masa wabah corona memang tidak seperti biasanya. "Banyak aturan khusus yang harus diperhatikan, misalnya larangan menerima kunjungan", kata Eschenwerk lebih lanjut.

"Para tenaga muda ini benar-benar bantuan besar, tidak hanya sebagai peserta program pendidikan", cerita Katrin Eschenwerk. Mereka misalnya mengorganisasi percakapan video para penghuni asrama dan rumah lanjut usia dengan keluarga.

Setelah lima bulan di Jerman para calon perawat dari El Salvador ini sudah belajar banyak hal, tidak hanya mengenai bidang pekerjaannya, melainkan juga tentang kehidupan di Jerman secara umum. "Orang-orang di sini punya ritme kerja yang cepat, dan mereka juga sangat blak-blakan", kata Alejandra Nayara. Pokoknya mentalitas mereka lain.

Tanggung jawab besar

Alejandra Naraya sebelumnya membayangkan indahnya tiba di Eropa pada musim semi. Dia berencana melakukan perjalanan dan menikmati keindahan kota Berlin. Tapi wabah corona mengubah segalanya. Di waktu luangnya, mereka sekarang harus tetap tinggal di asrama.

"Kami sekarang punya tanggung jawab lebih besar", kata Alejandra Nayara. Terutama karena mereka ditempatkan di rumah perawatan lanjut usia, kelompok yang sangat rentan tertular Covid-19.

Di tempat kerjanya, mereka sekarang harus selalu melakukan disinfeksi: pegangan pintu, meja, kursi dan lain-lain. Semua personel harus menggunakan masker dan sarung tangan. Tapi bagi para penghuni rumah lanjut usia, yang paling berat adalah larangan besuk bagi anggota keluarga mereka.

"Kalau saya bisa melihat mereka tertawa satu kali saja, saya bisa pulang dengan rasa senang", kata Alejandra Naraya. Dia sendiri merasa sangat kehilangan keluarga karena jarak yang jauh. "Kadang-kadang saya rasanya ingin segera pulang, untuk melihat bagaimana kabar keluarga saya sekarang", katanya.

Tanpa perawat asing, banyak rumah lansia tidak bisa berfungsi

Helmut Riethm├╝ller, penggagas "Forum Pendidikan Kejuruan", berharap proyek ini bisa terus berkembang. Dialah yang menggalang kerjasama dengan Kedutaan Besar El Salvador di Berlin dan Dinas Tenaga Kerja Jerman untuk meluncurkan proyek perekrutan tenaga kerja Pro Seniore, yang khusus melayani kebutuhan tenaga kesehatan untuk rumah lanjut usia.

Krisis corona menunjukkan pentingnya perekrutan tenaga kerja kesehatan bagi Jerman, kata Helmut Riethm├╝ller. "Tanpa para pahlawan ini, banyak rumah lanjut usia dan rumah sakit yang tidak bisa berfungsi".

Pro Seniore sekarang sedang menyiapkan perekrutan 20 tenaga kerja baru, "Jerman akan menyambut mereka dengan senang hati", pungkas Katrin Eschenwerk.

Carolina Chimoy (hp/as)

(ita/ita)