Desainnya Sempat Picu Kontroversi, Pembangunan Museum Seni di Berlin Dimulai

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 10:44 WIB
Berlin -

Upacara peletakan batu pertama Museum Seni Modern (Museum der Moderne) di Berlin dilangsungkan hari Selasa (3/12), dihadiri Menteri Negara Kebudayaan Monika Grütters, Walikota Berlin Michael Müller. Museum ini akan didedikasikan untuk seni dari abad ke-20.

"Dengan Museum Seni Modern ini, sebuah ruang sedang dibangun di jantung ibukota, yang membuat pengalaman formatif abad terakhir tercermin dalam seni - dengan semua pergolakan, masa-masa gelap dan momen-momen indahnya," kata Grütters. "Koleksi seni spektakuler abad ke-20 di Nationalgalerie akhirnya akan ditampilkan di ruang yang pantas," tambahnya.

Museum Seni Modern di Berlin ini rencananya akan rampung tahun 2026, dengan biaya sekitar 450 juta euro. Pembangunannya sempat tertunda-tunda. Awalnya museum baru ini direncanakan untuk selesai tahun 2021.

Baca juga: Sudah Tahu Ada Museum Vagina di London?

Koleksi terbesar

Museum Seni Modern ini akan berfungsi sebagai perpanjangan dari Neue Nationalgalerie, museum yang dibangun pada tahun 1968. Sejak 2015 museum ini ditutup untuk pekerjaan renovasi, namun museum ini sudah terlalu kecil untuk menampung koleksi seni modern yang sangat banyak.

Dengan pembangunan museum yang baru, Berlin akan memiliki gedung spektakuler yang diharapkan bisa bersanding setara dengan museum-museum besar lain seperti Tate Modern di London dan Museum of Modern Art (MoMA) di New York.

Baca juga: Museum Holocaust Argentina Tampilkan Artefak Hitler dan Peninggalan Nazi

Proyek baru ini disambut para pengelola museum seni modern lainnya. "Dengan cara ini Berlin dapat memperoleh kembali energi yang pernah menjadikannya ibukota seni modern pada masa itu," tulis Glenn Lowry, direktur MoMA di New York, dalam sebuah artikel tamu untuk surat kabar Tagesspiegel yang terbit di Berlin. Dia merujuk pada peran utama Berlin di dunia seni pada era 1920-an.

Koleksi Nationalgalerie adalah salah satu koleksi seni abad ke-20 yang terbesar di dunia - dan hampir seluruhnya saat ini hanya disimpan dan tidak dipamerkan. Di antara karya-karya terkenalnya adalah karya dari Max Beckmann, Ernst Ludwig Kirchner, Hannah Höch, Nam June Paik, Andy Warhol, Werner Tübke, Wolfgang Mattheuer, Isa Genzken, Otto Piene dan Wolfgang Tillmans. Selain itu ada sekitar 800 karya audio, film, dan video dari akhir 1950-an hingga saat ini.

Baca juga:Long Nights of Museums di Berlin: Tak Hanya Sebatas Kunjungan ke Museum

Pro dan kontra

Berbicara pada upacara peletakan batu pertama hari Selasa, walikota Berlin Michael Müller menyatakan harapan bahwa museum baru ini akan "mencerminkan sejarah peristiwa penting dari zaman yang kompleks".

"Proyek seni abad ke-20 yang dibahas secara intens adalah harta besar yang memperkaya kota kami dan menjadikannya lebih menarik bagi para tamu dari seluruh dunia," tambahnya.

Desain futuristiknya dirancang oleh Biro Arsitek Swiss, Herzog & de Meuron, yang juga bertanggung jawab atas berbagai museum kelas atas, termasuk Tate Modern, Miami Art Museum, dan M+ di Hong Kong, yang masih dalam pembangunan.

Namun rancangan mereka juga mengundang kritik dari publik. Sebagian orang mengatakan, rancangan museum itu lebih menyerupai tenda bir atau toko diskon murah, daripada gedung museum berkelas.

hp/gtp



(ita/ita)