Video 20Detik

Heboh Antrean Vaksinasi Corona Lansia Gegara Broadcast Hoax di WA

detikTV, dtv - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 15:34 WIB
Jakarta - Viral antrean lansia yang berharap bisa mendapat vaksinasi Covid-19 di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Usut punya usut, antrean itu berawal dari kabar bohong (hoax) yang beredar lewat aplikasi whatsapp (WA).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes), melalui akun resminya di Twitter, mengkonfirmasi antrean para lansia terjadi pada Senin (1/3/2021). Kemenkes menyebut mereka yang datang terpengaruh informasi soal jatah vaksin 1000 per hari di Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan (BPPSDMK).

Berikut isi dari hoax yang telah dikonfirmasi pihak Kemenkes:

Pengumuman:
Sahabat yg tinggal di Jakarta, ada vaksinasi lansia di Kantor Badan PPSDMK Kemkes, jl. H.Jebat, mulai tadi 1 Maret.
Setiap hari ada, jatahnya 1000 org/hari.
Jadi datang saja go show bawa ktp.
Ternyata krn jatah banyak, ktp non dki juga tadi diterima
ajak ya saudara, teman, dan tetangga,
syarat lansia > 60 th bawa ktp
yg hipertensi minum obat dulu pagi,
tensi <180/110 dan DM tanpa hrs bawa
hasil lab.akan diterima

Mari sukseskan vaksinasi covid
untuk mempercepat herd community dan
melindungi kelompok rentan yang tidak
layak vaksinasi

Merespons beredarnya hoax tersebut, Kemenkes kembali menyampaikan kepada publik bahwa pendaftaran vaksinasi lansia di BPPSDMK hanya melalui link http://dki.kemkes.go.id. Mereka yang mendaftar disyaratkan memiliki KTP DKI Jakarta dan dalam kondisi sehat, atau membawa surat keterangan dokter bagi yang memiliki penyakit bawaan.

Selanjutnya, dalam penjelasan tertulis Kemenkes menyatakan telah menangani antrean yang terjadi di Jalan Hang Jebat, Kebayoran Bariu, Jakarta Selatan. Kemenkes mengklaim antrean yang tadinya sepanjang 125 meter berkurang jadi 50 meter, hanya dalam kurun waktu 2 jam.

Sementara itu, vaksinasi lansia terus dilakukan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta. Adapun jumlah peserta yang telah mendaftar mencapai 906 orang. 732 di antaranya sudah menjalani vaksinasi, sementara 47 peserta mengalami penundaan karena faktor Kesehatan. (/)