Nasib Malang Balita Kembar di Cakung Jaktim Dipisahkan Maut Saat Kebakaran

Nasib Malang Balita Kembar di Cakung Jaktim Dipisahkan Maut Saat Kebakaran

Kurniawan Fadilah - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2026 13:51 WIB
Suasana haru menyelimuti pemakaman Angga Saputra (4), korban meninggal dunia dalam kebakaran rumah di Jalan Tipar Cakung, Gang Pelajar, RT 009/RW 009, Cakung Barat, Jakarta Timur, Sabtu (3/10/2026).
Suasana haru menyelimuti pemakaman Angga Saputra (4), korban meninggal dunia dalam kebakaran rumah di Jalan Tipar Cakung, Gang Pelajar, RT 009/RW 009, Cakung Barat, Jakarta Timur, Sabtu (3/10/2026). (Pradita Utama Utama/detikFoto)
Jakarta -

Dua balita kembar berusia 4 tahun, A dan A, di Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), dipisahkan oleh maut akibat kebakaran yang melanda rumah mereka. Salah satu dari mereka nyawanya tak tertolong dari kejadian tersebut.

Peristiwa kebakaran rumah balita kembar tersebut terjadi kemarin, Jumat (2/10), sekitar pukul 14.00 WIB. Saat kebakaran melanda, balita kembar itu sedang beristirahat bersama kakaknya yang berusia 12 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua RT setempat, Marzuki, mengatakan ketiganya tengah beristirahat dengan kondisi rumah dalam keadaan terkunci. Ketiganya tidak tahu bahwa bahaya kebakaran akan menghanguskan rumah mereka.

"Pintu dikunci dari dalam, karena istirahat ya," kata Marzuki saat ditemui detikcom di lokasi, Sabtu (3/10/2026).

ADVERTISEMENT

Marzuki mengatakan saat itu sedang berada di rumah selepas salat Jumat. Saat itu, dia mendengar teriakan dari warga bahwa ada kebakaran.

Dia mengatakan warganya mengetahui adanya kebakaran setelah mendengar teriakan kakak dari balita kembar. Seketika, Marzuki lantas mendatangi rumah balita kembar itu.

"Nah dia (kakaknya balita kembar) teriak-teriak, 'Ada api!', di situ (warga tahu ada kebakaran)," jelas Marzuki.

Selaku ketua RT, Marzuki pun langsung bergegas menelepon petugas damkar hingga pemadam. Dia pun membagi tugas warganya untuk mengecek rumah balita kembar tersebut serta mengambil air untuk upaya pemadaman awal.

"Langsung dibongkar sama warga tuh (pintu rumah). Langsung dibongkar, nah dia (kakaknya balita kembar) keluar," ujar Marzuki.

Saat itu, kata Marzuki, masih belum ada warga yang ingat bahwa di dalam rumah ada si balita kembar akibat kepanikan saat itu. Sampai akhirnya petugas damkar tiba, barulah semua pihak teringat masih ada si balita kembar di dalam rumah.

"Kita nggak ngeh yang dua itu loh, kita nggak ngeh si kembar itu. Akhirnya (kakak si balita kembar) bilang, 'ada dua, ada adik, ada adik!', nah balik (warga) yang satu, langsung tuh masuk ke dalam (rumah)," terangnya.

Namun api yang sudah semakin besar menimbulkan hawa panas dan meruntuhkan sebagian atap. Akibatnya, hanya satu dari si balita kembar, yakni yang perempuan, yang bisa diselamatkan. Sedangkan kembarannya, si balita laki-laki, tidak bisa diselamatkan.

"Akhirnya yang satu itu diambil, yang selamat," ungkap Marzuki.

"Masih kebakaran itu. Masih asap ngebul. Nah, itu kan baru masuk damkar, belum bisa nolong. Damkar juga nggak bisa (masuk). Akhirnya si korban itu baru diambil setelah proses selesai semua ya," imbuhnya.

Upaya pemadaman pun terus dilakukan. Setelah satu jam berupaya, akhirnya sekira pukul 15.00 WIB, api berhasil dipadamkan secara total oleh petugas damkar.

Saat itulah, si balita kembar yang laki-laki jasadnya ditemukan. Balita itu ditemukan dalam kondisi duduk di dekat kamar.

"Pojok deket kamar, duduk," ungkap Marzuki.

Tonton juga video "2 Balita Terjebak saat Rumah Terbakar di Cakung Jaktim, 1 Tewas"

Halaman 2 dari 2
(kuf/fca)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini