Sejumlah warga ikut terlibat dalam pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di Gunung Anak Krakatau. Warga melakukan tradisi larung kerbau di tengah area Pantai Carita agar rombongan yang hilang bisa ditemukan.
"Ketemu dengan hakikat hanya Gusti Allah yang mengabulkan. Ini mah kita memohon bantu syariat kepada karuhun-karuhun kita," kata Abah Sihin, selaku pemimpin doa dalam upacara tersebut, Selasa (15/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sihin mengatakan ritual ini bagian dari untaian doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT agar mendapatkan perlindungan dan dijauhkan dari segala hal yang tidak diinginkan.
"Kita munajat kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar musibah ini untuk ke depannya dihilangkan, termasuk musibah dan bencana alam dari Krakatau," katanya.
Menurutnya, larung kerbau di tengah laut ini merupakan tradisi tahunan yang dilakukan oleh warga yang ada di area Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang. Mereka meyakini bahwa alam telah memberikan kehidupan bagi warga.
"Kalau tradisi memang sudah setiap tahun, setiap bulan Muharam diadakan pesta laut, yaitu ruwatan laut. Itu tradisi, sudah budaya," ujarnya.
"Semoga keluarga korban diberi kekuatan, ketabahan, dan kesabaran. Kita meminta kepada Allah semoga korban (ditemukan)," imbuhnya.
Tonton juga video "Basarnas Cari Rombongan Jurnalis yang Hilang hingga Samudera Hindia"
(dek/dek)









































