Tangis Histeris Istri Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau: Tolong Pak...

Tangis Histeris Istri Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau: Tolong Pak...

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 10 Sep 2026 11:13 WIB
Desi Purnama (tengah), istri jurnalis Antara M Bagus Khoirunnas, berharap suaminya ditemukan selamat. Bagus hilang bersama 4 jurnalis lainnya saat hendak meliput Gunung Anak Krakatau.
Desi Purnama, istri jurnalis Antara M Bagus Khoirunnas, di Posko SAR Nasional Pantai Carita, berharap suaminya ditemukan selamat. (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Pandeglang -

Proses pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau memasuki hari ke-3. Keluarga para jurnalis berdatangan ke Posko di Pantai Carita, Pandeglang, menanti kepastian keberadaan para korban.

Salah satunya adalah Desi Purnama, istri jurnalis Antara M Bagus Khoirunnas, yang sudah tiga hari berada di Posko SAR Nasional di Pantai Marina Carita, Pandeglang. Dia terus berharap suaminya segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Pada Kamis (10/9/2026) pagi ini, Desi bersama rekannya berjalan mendekat ke bibir pantai. Posisi Desi menghadap laut dan arah Krakatau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desi tiba-tiba menangis histeris. Beberapa petugas dan temannya pun ikut menenangkan.

Desi lalu dibawa menjauh dari pantai. Ia diantar ke dekat Posko SAR untuk memenangkan diri.

ADVERTISEMENT

Desi masih berharap rombongan di kapal tersebut bisa ditemukan dengan selamat. Ia pun meminta agar pencarian difokuskan ke area Pulau Sertung dekat Gunung Anak Krakatau.

"Tolong, Pak," ujarnya kepada petugas SAR.

Hari Ke-3 Pencarian

Tim SAR gabungan masih mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Di hari ketiga ini, Tim SAR makan mencoba masuk ke radius 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.

Diketahui, area 3 kilometer tersebut merupakan area bahaya untuk didatangi karena status level III atau siaga Anak Krakatau. Di area tersebut, terdapat tiga pulau tak berpenghuni, yaitu Rakata, Sertung, dan Krakatoa.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Banten, Al Amrad, menyebutkan ada permintaan dari keluarga korban untuk menyisir area dekat Gunung Anak Krakatau.

"Monitoring perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Ya, kemarin ada permintaan bahwa gimana kira-kira kalau kita masuk ke wilayah sini," ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Amrad mengatakan akan mencoba masuk jika kondisi memungkinkan. Selain itu, drone dikerahkan untuk membantu pencarian lewat udara.

Simak juga Video 'Awak Kapal Pembawa Jurnalis Pergi ke Anak Krakatau Tanpa Persiapan':

(aik/mea)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini