Ibu Korban Tak Sangka Rendi Perkosa dan Bunuh Kakak-Adik di Banyuasin

Ibu Korban Tak Sangka Rendi Perkosa dan Bunuh Kakak-Adik di Banyuasin

Irawan - detikNews
Rabu, 09 Sep 2026 14:39 WIB
Helmi Nursida (57), ibu korban kakak-adik tewas dibunuh.
Helmi Nursida (57), ibu korban kakak-adik asal Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. (Dok. Istimewa)
Banyuasin -

Helmi Nursida (57) ibu kakak-adik RN (18) dan AY (13), syok dan terpukul setelah mengetahui pembunuh dan pemerkosa anaknya adalah Rendi Saputra (27). Bahkan dia sudah menganggap Rendi sebagai keluarga.

"Jujur, Pak, saya dapat kabar dua putri saya ditemukan namun sudah meninggal, saya tidak bisa bicara lagi, ditambah pelaku yang menghabisi anak saya sudah saya anggap seperti keluarga. Dia sering main ke rumah dan saya juga mengenal keluarganya," ujar Nursida, dilansir detikSumbagsel, Rabu (9/9/2026).

Dia menjelaskan, RN mengenal Rendi karena adiknya merupakan teman sekolah korban. Hubungan keduanya kemudian berlanjut hingga mereka berpacaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat anak kami hilang, saya tidak pernah melihat gelagat mencurigakan dari Rendi. Karena itu, saya dan suami, sebelum suami saya meninggal tahun kemarin, kami sama sekali tidak menaruh curiga kepada Rendi," ungkapnya.

"Kalau dari yang saya tahu, Rendi ini orangnya bagus, tidak nampak seperti orang yang punya niat jahat, kami juga tidak pernah ada masalah dengan Rendi," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Masih kata Nursida, pelaku Rendi bahkan hadir ketika keluarga menggelar yasinan untuk mendoakan kedua korban yang telah dibunuhnya.

"Jadi, keluarga kami tidak ada yang menyangka kalau pelakunya dia, karena sempat ikut bantu mencari bersama warga. Bahkan saat yasinan dia hadir ke rumah," ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa Rendi, yang diketahui berpacaran dengan RN, tidak pernah datang kepada keluarganya untuk meminta izin menikahi.

Baca selengkapnya di sini.

Lihat juga Video 'Kakak Adik Hilang 5 Tahun Ditemukan Tinggal Kerangka! Korban Diperkosa-Dibunuh':

(idh/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini