Kemunculan ubur-ubur berwarna merah muda menyita perhatian warga di sekitar perairan Kecamatan Talaga, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra). BMKG buka suara menjelaskan penyebab fenomena tersebut.
Fenomena ini terjadi pada Rabu (2/9/2026). Kemunculannya dapat dipengaruhi oleh sejumlah hal, termasuk faktor kondisi laut dan perubahan cuaca.
"Ubur-ubur yang berwarna merah tidak selalu disebabkan oleh cuaca. Warna tubuhnya umumnya merupakan karakteristik alami dari jenis ubur-ubur tersebut. Namun, kondisi cuaca dan laut dapat memengaruhi pergerakannya menuju perairan pesisir," kata Kepala Stasiun Meteorologi Betoambari Baubau Adi Istiyono saat dimintai konfirmasi, dilansir detikSulsel, Rabu (2/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Adi, sejumlah faktor meteorologis dan oseanografis dapat memengaruhi keberadaan ubur-ubur di sekitar pantai. Di antaranya angin, gelombang dan arus laut, suhu permukaan laut, curah hujan, serta kondisi pasang-surut.
"Secara meteorologis atau cuaca, perubahan suhu muka laut dan kondisi perairan juga dapat memengaruhi perpindahan ubur-ubur merah tersebut secara bersama-sama. Dugaan saya, salah satu pengaruhnya adalah perubahan suhu di laut," ujarnya.
Adi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait fenomena tersebut. Ia meminta warga tidak terpengaruh oleh kabar hoaks yang beredar.
Simak selengkapnya di sini.
Lihat juga Video 'Ada Ubur-ubur Botol Biru di Pantai Sanur, Wisatawan Diminta Hati-hati':
(yld/idh)









































