Update Gempa NTT: 103 Korban Tewas, 185 Ribu Orang Masih Mengungsi

Update Gempa NTT: 103 Korban Tewas, 185 Ribu Orang Masih Mengungsi

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 25 Agu 2026 16:24 WIB
Warga melintas di dekat bangunan toko yang rusak akibat gempa di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026). Wilayah yang tersebut menjadi salah satu titik di Kabupaten Manggarai yang paling terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT.
Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat data terkini korban meninggal akibat gempa magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). BNPB mencatat korban meninggal hingga saat ini bertambah menjadi 103 orang.

"Saat ini pada hari ini kami mencatat ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Suar Pelita Panjaitan, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB, Selasa (25/8/2026).

Berton memerinci korban meninggal di Manggarai berjumlah 41 orang, Manggarai Timur 34 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 3 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mendapat tambahan angka sebanyak 63 orang yang luka-luka sehingga total yang kami catat adalah sebesar 1.666 orang," ujarnya.

Selain itu, lebih dari 185 ribu orang masih mengungsi akibat gempa yang terjadi. Berton menyebutkan gempa susulan masih dirasakan di NTT.

ADVERTISEMENT

"Hingga hari ini kami mencatat 185.131 orang yang mengungsi, baik itu pengungsi yang mandiri maupun pengungsi yang ada terpusat, sehingga tercatat hari ini kami mencatat pengungsi yang baru sebanyak 4.804," imbuhnya.

Berdasarkan catatan BMKG, terjadi gempa susulan sebanyak 7.029 kali sejak gempa M 7,7 terjadi. Gempa susulan kerap membuat masyarakat panik.

"Saat ini gempa susulan sudah tercatat di BMKG sebanyak 7.029 kali, magnitudo terbesar 6,2 yang terkecil 1,1 dan hari ini dapat dirasakan 141 kali gempa. Pola ini akan terus berlangsung sampai 4-3 minggu setelah gempa utama terjadi," kata dia.

"Hingga saat ini kami tetap mendapatkan tambahan pengungsi, memang dapat dipahami ketika gempa yang selalu hadir, gempa susulan ini menimbulkan kepanikan maupun traumatik yang mendalam untuk warga yang mengalami kegempaan tersebut," sambungnya.

Lihat juga Video: Korban Meninggal Gempa NTT Jadi 103 Orang, 1.666 Luka-luka

(wnv/gbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini