Polisi mengungkap penamparan tiga siswi SMP di Kota Bogor dilakukan oleh alumni dari sekolah korban. Pelaku melakukan aksinya karena tidak terima setelah digosipkan tempat kosnya sering didatangi teman laki-laku sampai larut malam.
"Jadi peristiwa tersebut berawal dari korban ini ada yang menyampaikan berita bahwa di daerahnya tersebut sering ada yang membicarakan, bahwa di tempat kosannya (pelaku) ada yang sering begadang sampai malam atau suka ada teman-teman cowok yang main," kata Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah Ipda Budi Setiawan kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).
"Akhirnya berita tersebut tidak diklarifikasi kembali dan kemudian pelaku ini menemui korban sehingga terjadi pem-bully-an," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa diungkap staf Bagian SMP Dinas Pendidikan Kota Bogor Ade Siswanto. Pelaku, kata Ade, berniat mengklarifikasi korban tapi berujung melakukan kekerasan.
"Sebenernya masalahnya sepele. Intinya begini, yang memakai baju hitam yang perempuan itu adalah alumni, kemudian dia kos atau ngontrak. Nah (pelaku) dirumorkan, digosipkanlah ya, bahwa dia suka bawa lain jenis (pria) ke kosan, sering ngumpul, digosipkannya begitu," kata Ade.
Menurut Ade, pelaku ingin meminta klarifikasi kepada korban atas rumor yang disebarkannya itu. Namun, rencana awal klarifikasi itu berujung tindakan kekerasan.
"(Pemicunya) minta klarifikasi terkait rumors tadi, sampai akhirnya ada pemukulan," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, polisi mengungkap sosok perempuan penampar tiga siswi berseragam pramuka di Kota Bogor, Jawa Barat, merupakan alumni sekolah korban. Total ada tiga pelaku yang melakukan penamparan.
Polisi juga telah menelusuri dan memastikan identitas tiga siswi berseragam pramuka ke salah satu SMP di Kota Bogor. Hasil penelusuran, terungkap bahwa peristiwa tersebut terjadi di kawasan pemukiman yang tidak jauh dari sekolah, pada Selasa (11/8) sekitar pukul 15.30 WIB.
Lihat juga Video: Viral! Pria Diduga Tampar Pelajar di Sukabumi gegara Kecipratan










































