Guyon Bahlil ke Cak Imin: Ketum Lama Belum Tentu Punya Buku Diteken Presiden

Guyon Bahlil ke Cak Imin: Ketum Lama Belum Tentu Punya Buku Diteken Presiden

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 07 Agu 2026 21:51 WIB
Bahlil Lahadalia di acara peluncuran bukunya 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).
Bahlil Lahadalia di acara peluncuran bukunya '10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia' di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026). (Eva/detikcom)
Jakarta -

Ketum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melempar candaan ke Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di acara peluncuran bukunya. Bahlil menyebutkan buku karyanya ditandatangani basah oleh Presiden Prabowo Subianto yang belum tentu Cak Imin mendapatkan kesempatan tersebut.

Bahlil awalnya berterima kasih atas kesediaan Prabowo memberikan kata pengantar di dalam bukunya barunya yang berjudul '10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia'. Kata pengantar tersebut berkop negara dan ditandatangani basah oleh Prabowo.

"Bapak Presiden, di akhir daripada sambutan kami, kami jujur menyampaikan terima kasih yang mendalam karena Bapak sudah membuat kata pengantar di buku ini," kata Bahlil di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kata pengantarnya kop negara, Pak Mensesneg makasih ya, ini kelihatannya tambah setoran kelihatannya ini. Kemudian tanda tangannya basah, Pak, ini semakin Golkar tidak bisa ke mana-mana," lanjutnya.

Bahlil lalu mencolek Menko Pemberdayaan Cak Imin yang sudah lama menjadi ketum partai, namun belum tentu memiliki buku yang ditandatangani langsung Presiden. Hal itu lantas mengundang tawa para audiens.

ADVERTISEMENT

"Jadi mohon maaf, Cak Imin, sekalipun sudah jadi ketum partai lama belum tentu punya buku ditandatangani oleh Presiden. Itu belum tentu, Cak," ujarnya.

Bahlil mengatakan ucapannya itu hanya sekadar candaan. Bahlil menyebut candaan itu perpaduan gaya politik timur dan Jawa.

"Nah itulah perbedaan perpaduan antara gaya politik timur dan Jawa dan Jawa saja kira-kira begitu," ujarnya.

Tonton juga video "Prabowo Perintahkan Bahlil Segera Atasi Pemadaman Listrik di Kalimantan"

Halaman 2 dari 2
(eva/rfs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini