Polda Jawa Barat memastikan penyelidikan kasus kematian Sumarna (43), petugas keamanan Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur yang ditemukan tewas dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, terus berjalan. Polisi sudah memeriksa 30 orang saksi untuk mengungkap kasus kematian Sumarna.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan mengatakan roses penyelidikan dan penyidikan masih terus berlangsung sehingga polisi membutuhkan pendalaman lebih lanjut.
"Terkait dengan penanganan kasus di Purwakarta, dari tim Polda telah mem-back up memang untuk kasus ini dan kami masih, mohon maaf ya, saat ini kita masih proses penyelidikan dan penyidikan," kata Hendra, dilansir detikJabar, Kamis (6/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyidik terus mengumpulkan alat bukti dan memperluas pemeriksaan terhadap para saksi. Hingga saat ini, jumlah saksi yang telah dimintai keterangan sudah mencapai lebih dari 30 orang.
"Masih perlu banyak penambahan saksi-saksi yang saat ini sudah mencapai 30-an orang," ujarnya.
Hendra menegaskan pengungkapan kasus tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dituntaskan oleh kepolisian. Karena itu, Polda Jabar berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional hingga fakta sebenarnya dapat terungkap.
"Kita sampaikan bahwa ini merupakan suatu PR buat kita untuk bisa segera mengungkap. Dan kami akan lakukan secara profesional dan kita akan terus untuk berusaha dengan keras bisa mengungkap kasus ini," imbuhnya.
Baca selengkapnya di sini.
Lihat juga Video: Olah TKP Ulang, Polisi Buru Pembunuh Satpam di Waduk Jatiluhur
(rfs/idh)









































