Kapolda Banten Ajak Warga Bikin Bak Tampung Air Hujan untuk Cadangan Kemarau

Kapolda Banten Ajak Warga Bikin Bak Tampung Air Hujan untuk Cadangan Kemarau

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 06 Agu 2026 14:51 WIB
Kapolda Banten Ajak Warga Bikin Bak Tampung Air Hujan untuk Cadangan Kemarau
Kapolda Banten Irjen Hengki mengajak warga bangun bak penampungan air hujan antisipasi saat kemarau. (Foto: Arief/detikcom).
Serang -

Kapolda Banten Irjen Hengki menyebut penanganan kekeringan bukan hanya melalui pengiriman bantuan air bersih, tetapi juga dengan membangun bak penampungan air hujan. Dengan begitu, warga di daerah rawan kekeringan masih memiliki cadangan air saat musim kemarau.

Hengki menceritakan pengalamannya saat menjabat kapolsek di Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Ia mengatakan masyarakat di sana memiliki bak penampungan air hujan.

"Di rumah dinas kapolsek punya bak penampungan air dipasang talang. Di bawah genting itu dipasang talang, dipasang paralon, masuk ke situ air hujannya. Sudah kita cor, bisa diangkat. Musim kemarau, sumur bor kering, air hujan saya ada. Tinggal ambil pakai gayung, pakai ember. Masih bisa untuk MCK dan sebagainya," katanya di Mapolres Serang, Kabupaten Serang, Kamis (6/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hengki, air di Riau juga bukan air yang baik untuk dikonsumsi. Dengan adanya bak penampungan air, masyarakat di sana tidak mengalami kekurangan air.

"Kalau namanya Riau itu kan airnya kuning, Pak, seperti air teh. Karena tanah gambut. Tapi mereka semua rumah memiliki bak penampungan air. Ketika musim kemarau mereka tidak kekurangan air," katanya.

Ia pun berharap bak penampungan air dapat dibangun di daerah rawan kekeringan. Bak tersebut juga bisa dibangun secara komunal.

"Di tempat umum, di masjid halamannya besar, buat 3.000 meter perseginya itu dibuat bak penampungan. Di situ masyarakat satu RT, satu kelurahan bahkan bisa mengambil air di situ," ujarnya.

Namun, jika masing-masing warga membangun bak penampungan air tersebut, menurutnya, hal itu akan lebih baik.

"Apalagi kalau masyarakatnya perorangan bisa membuat bak penampungan air hujan, misalnya 5x5 meter, kedalaman 2 meter, nanti dicor. Cuma ada bak yang bisa dibuka dengan coran itu supaya lebih aman," ujarnya.

Tonton juga video "Gorontalo Siaga Darurat Kekeringan! 3 Kabupaten Terdampak"

(aik/dwr)


Berita Terkait