Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memergoki puluhan wisatawan yang menaiki di Gunung Anak Krakatau (GAK). Mereka nekat menaiki GAK meski gunung berstatus siaga dan diimbau tidak mendekat dengan radius 3 kilometer.
Puluhan wisatawan yang belum diketahui asalnya ini terekam berada di lereng Gunung Anak Krakatau. Mereka dengan santainya beberapa kali melakukan swafoto hingga membuat rekaman video.
Mengetahui adanya petugas, mereka kemudian berbondong-bondong turun dari GAK untuk kemudian meninggalkan lokasi yang masuk dalam cagar alam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi, membenarkan adanya aktivitas wisatawan di kawasan tersebut. Keberadaan mereka diketahui saat petugas melakukan perawatan peralatan pemantauan di Gunung Anak Krakatau.
"Iya, kemarin saat tim maintenance peralatan berada di sana, mereka melihat ada wisatawan. Kami mengimbau semua pihak mematuhi rekomendasi karena kawasan itu masih berbahaya untuk keselamatan," katanya, dilansir detikSumbagsel, Selasa (4/8/2026).
Andi menduga rombongan wisatawan itu menggunakan kapal sewaan dari Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi sebelum akhirnya mendekati Gunung Anak Krakatau. Namun pihaknya belum mengetahui pasti bagaimana mereka bisa memasuki kawasan yang dilarang tersebut.
"Kemungkinan menggunakan kapal dari arah Sebesi. Untuk bagaimana mereka bisa sampai ke sana masih kami dalami," ujarnya.
Simak selengkapnya di sini.
Tonton juga video "Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kini Statusnya Waspada"
(yld/idh)









































