KBRI Tokyo Pastikan Seluruh WNI di Jepang Aman Usai Gempa M 7,1

KBRI Tokyo Pastikan Seluruh WNI di Jepang Aman Usai Gempa M 7,1

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 29 Jul 2026 09:08 WIB
An aerial view shows the damaged Aeon Mall shopping centre after an earthquake with a preliminary magnitude of 7.1 struck Japans southern Kumamoto prefecture, in Kashima Town, Kumamoto Prefecture, Japan, July 28, 2026. Kyodo/via REUTERS ATTENTION ED
Gempa berkekuatan M 7,1 mengguncang wilayah Kyushu, Jepang (Foto: via REUTERS/KYODO)
Jakarta -

Gempa dengan kekuatan M 7,1 mengguncang Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, menyebabkan kerusakan infrastruktur hingga korban jiwa. Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) mengatakan sejauh ini belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak.

"Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tokyo terus memantau perkembangan situasi pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 SR yang terjadi pada hari Selasa (28/7) di wilayah Kumamoto, Jepang, tepatnya di Pulau Kyusu," kata Kemlu melalui pernyataan resminya, Rabu (29/7/2026).

Berdasarkan laporan, gempa tersebut diikuti beberapa gempa susulan serta peringatan tsunami yang kini telah dicabut. Gempa juga dilaporkan mengakibatkan sejumlah kerusakan pada fasilitas dan rumah warga. Namun Kemlu menyebut hingga kini belum ada laporan WNI yang terdampak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KBRI Tokyo telah menghubungi simpul komunitas WNI yang berada di wilayah Kumamoto dan Kyusu. Sejauh ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa di kedua wilayah tersebut. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman," katanya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, WNI di wilayah akreditasi diimbau tetap tenang dan terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan situasi melalui Japan Meteorological Agency (JMA).

Sebelumnya, gempa dengan kekuatan M 7,1 mengguncang Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang. Berdasarkan perkembangan terbaru, jumlah korban tewas bertambah menjadi 5 orang.

Dilansir The Strait Times, Rabu (29/7/2026), Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang mengatakan dua jasad ditemukan berada di dalam pusat perbelanjaan yang rusak parah. Sedangkan tiga orang lainnya di lokasi berbeda di wilayah Kumamoto.

Gempa tersebut juga menyebabkan ribuan rumah kehilangan aliran listrik dan mengakibatkan kerusakan serta retakan pada jalan-jalan di seluruh wilayah itu.

Tim penyelamat yang bekerja di lokasi kejadian sepanjang malam telah mengevakuasi delapan orang dari pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto, setelah terjadi ledakan di dalam mal tersebut pascagempa.

Dari kedelapan orang itu, dua wanita berusia 20-an tahun dipastikan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya dilaporkan mengalami henti jantung dan napas. Lima orang lainnya mengalami luka-luka, namun pihak berwenang menyatakan kondisi mereka tidak mengancam jiwa.

Lihat juga Video: Korban Tewas Akibat Gempa M 7,1 Jepang Jadi 13 Orang

(yld/ygs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini