Dokter Dipolisikan gegara Wanita Meninggal Usai Lahiran, Ini Kata Dinkes Sumsel

Dokter Dipolisikan gegara Wanita Meninggal Usai Lahiran, Ini Kata Dinkes Sumsel

A Reiza Pahlevi - detikNews
Rabu, 15 Jul 2026 12:31 WIB
Medical doctor or physician in white gown uniform with stethoscope in hospital or clinic
Foto: Ilustrasi dokter (Getty Images/Pornpak Khunatorn)
Palembang -

Pria inisial KA (25) di Muara Enim, Sumatera Selatan, melaporkan oknum dokter di salah satu rumah sakit di Kota Prabumulih ke Polda Sumsel. Laporan itu dilayangkan setelah terlapor diduga melakukan malapraktik hingga membuat istri KA meninggal setelah menjalani persalinan di rumah sakit tersebut.

"Korban (istri KA) ini adalah korban dugaan malapraktik yang dilakukan oleh seorang dokter berinisial ND yang bekerja di Rumah Sakit Fadhilah Prabumulih. Ini kami laporkan bukan saja melanggar etika, administrasi, tapi juga melanggar hukum," pengacara pelapor, Darmadi, dilansir detikSumbagsel, Rabu (15/7/2026).

Laporan itu dilayangkan ke SPKT Polda Sumsel pada Senin (13/7). Darmadi mengatakan ada dua laporan yang dibuat di Mapolda Sumsel, yakni atas dugaan malapraktik dan pemalsuan rekam medis. Ia menjelaskan peristiwa ini terjadi pada Selasa (9/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, saat berada di rumah sakit tempat terlapor bertugas, korban menjalani persalinan dengan cara operasi sesar. Selang beberapa jam, oknum dokter selaku pihak terlapor kembali melakukan tindakan medis terhadap korban pada bagian vitalnya. Hal tersebut membuat pendarahan hebat dan akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

"Proses persalinan ini sudah selesai, bahkan sudah lahir bayinya, namun di kemudian waktu ada tindakan lain yang dilakukan oleh oknum dokter ini, yang dugaan kami itu adalah malapraktik, sehingga korban ini mengalami pendarahan hebat dan membuat korban meninggal dunia," ujarnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Icon Harizon buka suara terkait laporan dugaan malapraktik yang dilayangkan korban. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinkes Prabumulih, Icon mengatakan korban inisial SA (22) mengalami atonia uteri.

"Laporannya tidak bisa di-share untuk publik karena terkait kerahasiaan rekam medis. Kalau secara garis besar, laporan yang disampaikan pasien mengalami atonia uteri," jelasnya.

Baca selengkapnya di sini

Lihat juga Video: 3 Dokter Internship Meninggal dalam Sebulan, Alarm Keras di Dunia Medis?

(ygs/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini