Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Level III atau Siaga. PVMBG mengungkap bahwa Gunung Anak Krakatau belum pernah mencapai Level IV atau Awas.
"Cuma sampai Level III, tidak pernah sampai ke IV," kata petugas pengamat di pos pengamatan Gunung Anak Krakatau, Anggi Nuryo Saputro, dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).
Anggi mengatakan saat tsunami pada 2018, status Gunung Anak Krakatau juga berada pada Level III. Tsunami terjadi akibat longsoran sekitar 60 persen tubuh Gunung Anak Krakatau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat itu juga Level III. Sejak 2018 pun ada beberapa kali Level III," ucapnya.
Dia menyebutkan potensi tsunami saat ini tidak seperti pada 2018. Saat itu, tsunami terjadi akibat longsoran tubuh Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan ketinggiannya turun dari sekitar 338 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadi sekitar 157 mdpl.
"Kalau kemarin sih dari ahli yang di Bandung katanya sih untuk potensinya kan beda sama waktu 2018 ya. Tahun 2018 kan ketinggiannya 330 sekian lah, sekarang kan 157. Jadi kalau untuk ancaman potensi tsunaminya, kata yang di Bandung, tidak seperti yang 2018," ujarnya.
Menurut Anggi, saat ini status Gunung Anak Krakatau masih Level III atau Siaga. Aktivitas erupsi masih bersifat fluktuatif.
"Kadang naik, kadang turun. Untuk hari ini belum ada letusan. Kemarin tujuh," imbuhnya.
Lihat juga Video 'Gunung Anak Krakatau 7 Kali Erupsi Pagi Ini, Abu Vulkanik Capai 250 Meter':











































