Bahlil Sapa Gubernur Jatim-Jabar-Jateng di Hadapan Prabowo: Koalisi Aman

Bahlil Sapa Gubernur Jatim-Jabar-Jateng di Hadapan Prabowo: Koalisi Aman

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 09 Jul 2026 15:21 WIB
Menteri ESDM sekaligus Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di peluncuran biosolar B50 yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Menteri ESDM sekaligus Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di peluncuran biosolar B50 yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Menteri ESDM sekaligus Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyapa tiga gubernur yang hadir di acara peluncuran biosolar B50. Bahlil berkelakar ketiganya sudah menjadi suara mayoritas di Indonesia.

Hal itu disampaikan Bahlil dalam sambutannya saat membuka peluncuran biosolar B50 yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Ia mengapresiasi kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

"Yang kami hormati Gubernur Jawa Barat Kang Dedi, ada juga Gubernur Jawa Tengah Pak Luthfi, ada Ibu Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah," kata Bahlil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil menyebut ketiganya sudah mewakili mayoritas suara Indonesia. Bahlil lantas memastikan koalisi akan tetap aman.

"Ini 3 gubernur ini sebagai ketum partai sudah mayoritas suara Republik Indonesia ini, Pak. Karena tahu Presiden datang, jadi tiga-tiganya datang, masih patenlah. Koalisi aman, Kang Dedi harus rem, gas, rem, gas, harus dipakai," ujar Bahlil.

Sejumlah menteri turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perumahan dan Permukiman Rakyat Maruarar Sirait, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala BIN Herindra, Wamentan Sudaryono, Kepala Bakom Muhammad Qodari, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Untuk diketahui, program B50 mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam bahan bakar minyak jenis solar. Kebijakan ini merupakan salah satu agenda strategis pemerintah untuk menekan impor BBM, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional, serta memperkuat ketahanan energi dan ekonomi.

Pemerintah menilai implementasi B50 bukan sekadar meningkatkan porsi biodiesel dalam solar. Program ini juga menjadi langkah untuk memperkuat kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan energi nasional.

Pelaksanaan program tersebut mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati serta Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 mengenai kewajiban pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam minyak solar.

Dalam masa transisi, badan usaha penyedia BBM diberi waktu hingga 30 September 2026 untuk menghabiskan stok biodiesel dengan spesifikasi B40 sebelum beralih sepenuhnya ke B50.

Sebelum diterapkan secara nasional, B50 telah melalui pengujian komprehensif di enam sektor, yakni otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, serta kereta api.

Simak juga Video: Di Hadapan Prabowo, Bahlil Usul Dibentuk Koalisi Permanen

Halaman 2 dari 2
(eva/rfs)


Berita Terkait