Senangnya Siswa di Sitaro Ikut SIGAP Goes To School Gagasan Aipda Frits

Hoegeng Awards 2026

Senangnya Siswa di Sitaro Ikut SIGAP Goes To School Gagasan Aipda Frits

Prasetyo Prayogo - detikNews
Jumat, 03 Jul 2026 13:50 WIB
Jakarta -

Aipda Frits Bidara menggagas program Sidik Jari Gratis Presisi (SIGAP) Goes To School untuk menjemput bola perekaman sidik jari siswa di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut). Para siswa kini tak perlu lagi datang jauh-jauh ke kantor polisi.

Aipda Frits adalah salah satu kandidat 3 besar Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Inovatif. Kondisi wilayah yang berada di kepulauan menjadi dasar Ps Kaur Ident Satreskrim Polres Kepulauan Sitaro itu menggagas inovasi ini.

"Program ini memang sudah saya rencanakan sejak saya masuk ke Polres Kepulauan Sitaro, karena saya melihat kondisi geografis kita di Kabupaten Sitaro itu adalah wilayah kepulauan, wilayah perairan, saya melihat dan juga saya alami karena ketika mengurus persyaratan atau berkas-berkas banyak kendala karena faktor geografis," kata Frits dalam wawancara kandidat Hoegeng Awards 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kandidat Hoegeng Awards 2026 Aipda Frits BidaraKandidat Hoegeng Awards 2026 Aipda Frits Bidara (Foto: detikcom)

Frits kemudian mendengar keluhan warga yang datang ke Polres ketika hendak mengurus sidik jari. Terkadang warga juga harus menghadapi cuaca buruk ketika berangkat menggunakan kapal.

"Selain itu juga di tempat kita sering mengalami gangguan jaringan, jadi secara online memang juga ndak bisa. Saya melihat keluhan juga dari masyarakat, anak-anak sekolah, ketika mengurus administrasi di Polres, mereka mengeluh jarak tempuh yang harus mereka datangi, karena mengurus administrasi walaupun gratis ternyata mereka harus bayar kapal, kemudian mereka sampai di sini harus nginap sampai berapa hari," ujar Frits.

Usai mendengar keluhan itu, Frits menggandeng pihak sekolah untuk melakukan perekaman sidik jari di sekolah. Para siswa cukup hanya membawa kartu keluarga ketika hendak melakukan perekaman.

"Sehingga saya berpikir program ini sangat penting agar bisa menjangkau ke masyarakat dan mereka bisa merasakan manfaat langsung. Mereka cukup datang saja membawa kartu keluarga, setelah itu kita langsung proses pengambilan sidik jari," katanya.

Aliva Cahya Kuera, Siswa SMA 1 Siau Barat, merasa sangat terbantu dengan inovasi yang dibuat oleh Aipda Frits ini. Dia merasakan kehadiran polisi.

"Saya merasa senang sekaligus dihargai sebagai pelajar, karena pelayanan dilakukan dengan tertib, ramah dan profesional, oleh karena itu kegiatan ini mempermudah kami sebagai siswa dan membuat kami belajar bahwa pelayanan publik bisa dilakukan dengan cepat, kepada masyarakat, sehingga dapat mempermudah setiap urusan administrasi," kata Aliva.

Sementara itu, Kepala SMA 1 Siau Barat, Roswati Papahang, mengatakan program ini sangat bermanfaat bagi siswa. Kini siswa tidak perlu jauh-jauh lagi datang ke kantor polisi untuk melakukan perekaman sidik jari.

"Ini sangat membantu ketika ada aplikasi perekaman sidik jari, mereka tidak repot-repot lagi ke Polres untuk merekam sidik jari, tetapi ini ibarat jemput bola, pihak kepolisian sudah datang ke sekolah untuk perekaman, jadi ini sangat menguntungkan bagi anak-anak kami, dari segi biaya kan tidak pakai transport," ucap Roswati.

Kapolres Kepulauan Sitaro, AKBP Iwan Permadi, mengapresiasi inovasi yang digagas Aipda Frits. Dia mengatakan perekaman sidik jari sangat dibutuhkan, terutama dalam pengungkapan kasus pidana.

"Sebagai pimpinan saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Aipda Frits Bidara, dan saya pun sebagai pimpinan kegiatan-kegiatan inovatif seperti ini bisa ada generasi-generasi berikut di kepolisian yang bisa memunculkan hal-hal baru yang nantinya akan dinikmati oleh masyarakat," kata AKBP Iwan.

(lir/knv)
Hoegeng Awards 2026
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
SELENGKAPNYA


Berita Terkait