Cerita Pengungsi Melahirkan di Tenda Darurat Saat Gempa Mengguncang Sigi

Cerita Pengungsi Melahirkan di Tenda Darurat Saat Gempa Mengguncang Sigi

Tim detikSulsel - detikNews
Jumat, 19 Jun 2026 10:07 WIB
Ibu Arciana, perempuan di Sigi yang melahirkan di tenda darurat saat Gempa mengguncang wilayah tersebut, Selasa (16/6/2026).
Foto: Ibu Arciana, perempuan di Sigi yang melahirkan di tenda darurat saat Gempa mengguncang wilayah tersebut, Selasa (16/6/2026). (dok. istimewa)
Jakarta -

Ibu bernama Arciana melahirkan anak ketiganya saat mengungsi pascagempa berkuatan magnitudo (M) 6,7 yang berpusat di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Arciana melahirkan saat gempa susulan masih dirasakan.

Arciana menjalani proses persalinan di tenda darurat, Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, pada Selasa (16/6) malam. Arciana tidak dibawa ke rumah sakit karena kondisi belum kondusif dan akses yang jauh.

"Jam 11 gempa, pas jam 8 malam sudah melahirkan. Sudah tidak bisa lagi dibawa ke rumah sakit karena jauh. Waktu saya melahirkan itu masih gempa," ujar Arciana kepada wartawan dilansir detikSulsel, Kamis (18/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses persalinan dilakukan di tenda pengungsian dengan bantuan keluarga dan warga sekitar karena kondisi darurat. Meski berlangsung di tengah kepanikan akibat gempa dan ancaman gempa susulan, persalinan berjalan lancar dan bayi lahir dalam keadaan sehat.

"Iya waktu melahirkan ada orang tua kami yang bantu. Ada juga seperti dukun di sini," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Arciana memberikan nama Efker kepada anak ketiganya itu. Dia mengaku memilih nama Efker untuk anaknya karena memiliki makna yang berkaitan dengan peristiwa yang mengiringi kelahirannya.

"Nama bayi saya Efker. Efker artinya gempa. Ini adalah anak saya yang ketiga," ujar Arciana.

Simak selengkapnya di sini.

Lihat juga Video: Kondisi Kerusakan di Sigi-Palu Usai Diguncang Gempa M 6,7

(yld/haf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini