Dua orang terkena peluru nyasar, salah satunya mahasiswa, di kawasan kampus Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera Barat. Rektor UNP Krismadinata langsung menghubungi Pangdam XX/Imam Bonjol usai kejadian itu.
"Setelah kejadian saya berkomunikasi langsung dengan Pangdam XX/Imam Bonjol dan beliau merespons dengan cepat," kata Krismadinata seperti dilansir Antara, Rabu (3/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Krismadinata mengatakan pihaknya juga langsung mengerahkan ambulans untuk membawa dua korban ke salah satu rumah sakit terdekat. Selain mahasiswi, satu korban lainnya merupakan keluarga dari mahasiswa yang sedang berada di area kampus.
Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mengingatkan pemangku kepentingan terkait agar kasus ini tidak terulang.
"Ke depan tentu perlu dikoordinasikan agar kasus-kasus serupa tidak terjadi kembali," kata Ketua Komnas HAM RI Anis Hidayah di Kota Padang, Rabu.
Anis Hidayah menanggapi dua warga sipil yang diduga terkena peluru nyasar di sekitar kawasan Rektorat UNP pada Selasa (2/6) sore sekitar pukul 17.05 WIB
Menurut Anis, kejadian peluru nyasar yang diduga mengarah ke lingkungan kampus harus menjadi evaluasi bersama. Sebab, kondisi itu dikhawatirkan akan berdampak pada rasa aman bagi masyarakat, terutama sivitas akademika perguruan tinggi di kemudian hari.
"Karena peluru nyasar itu kan bisa menimbulkan chilling effect, jangan sampai itu kemudian menimbulkan efek ketakutan bagi mahasiswa untuk beraktivitas di kampus," ujar Anis.
Di sisi lain, Anis menyambut baik langkah cepat pihak kampus yang langsung berkoordinasi dengan instansi terkait, terutama aparat penegak hukum, mengenai kasus tersebut.
Salah satu hal penting yang mesti dilakukan ialah memberikan dan menjamin rasa aman bagi masyarakat kampus.
Lihat juga Video 'Sedang Asyik Bermain dengan Cucu, Nenek di Jember Tertembak Peluru Nyasar':
(idh/imk)










































