Pemprov Sulsel Buka Suara soal Isu Diskriminasi Seleksi Paskibraka 2026

Pemprov Sulsel Buka Suara soal Isu Diskriminasi Seleksi Paskibraka 2026

Andi Sitti Nurfaisah - detikNews
Selasa, 26 Mei 2026 11:18 WIB
Ilustrasi Paskibraka
Ilustrasi Paskibraka (Arya/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan buka suara mengenai isu diskriminasi dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026. Pemprov menegaskan pihaknya tidak pernah menganulir hasil seleksi yang merupakan kewenangan pemerintah pusat.

"Seleksi ini adalah kewenangan Pemerintah Provinsi, di mana yang diseleksi merupakan utusan terbaik dari kabupaten dan kota. Untuk penentuan ke tingkat pusat dilakukan langsung oleh panitia seleksi pusat yang hadir bersamaan dengan seleksi provinsi," kata Kesbangpol Sulsel Bustanul, dilansir detikSulsel, Selasa (26/4/2026).

Diketahui, di media sosial beredar kabar tidak terpilihnya seorang siswi SMA asal Kota Makassar pada seleksi calon Paskibraka tingkat nasional. Peserta tersebut diisukan dicoret karena dugaan diskriminasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bustanul menjelaskan, hasil seleksi merupakan kewenangan panitia dari pemerintah pusat. Tim seleksi pusat terdiri atas unsur Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), DPPI Pusat, TNI, Polri, hingga Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).

"Kalau ada anggapan menganulir atau mengganti, logikanya harus ada pengumuman awal lalu dianulir dan diganti dengan pengumuman baru. Faktanya, pengumuman seperti itu tidak ada," jelasnya.

Dia juga meminta agar setiap tudingan yang berkembang disertai data dan bukti yang jelas, bukan sekadar narasi atau asumsi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Bustanul mengatakan calon paskibraka dipilih berdasarkan rangkaian hasil seleksi.

"Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan hasil seleksi," lanjut Bustanul.

Simak lengkapnya di sini.

Lihat juga Video: Mengenal Konsep Desa Bahagia yang Jadi Tempat Pelatihan Paskibraka

(zap/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini