2 Jurnalis Republika Ditangkap Israel Saat Ikut Kapal Global Sumud Flotilla

2 Jurnalis Republika Ditangkap Israel Saat Ikut Kapal Global Sumud Flotilla

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 18 Mei 2026 17:38 WIB
Israeli Blackhawk helicopter perform with flag during an air show as part of a graduation ceremony of Israeli pilots at the Hatzerim air force base in the southern Negev desert, near the city of Beersheva,on December 22, 2021. (Photo by Menahem KAHAN
Foto: Ilustrasi bendera Israel (AFP/MENAHEM KAHANA)
Jakarta -

Dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai ditangkap oleh tentara Israel. Republika mengecam keras tindakan tentara Israel tersebut.

Republika membenarkan bahwa dua jurnalisnya ikut dalam rombongan kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Keduanya tengah ikut meliput di sana.

"Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami," kata Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin dalam pernyataannya, Senin (18/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Republika mengecam keras tindakan yang dilakukan Israel ini. Sebab, tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

"Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza," ungkapnya.

Adapun Bambang Noroyono dan fotografer Thoudy Badai ikut dalam rombongan kemanusiaan tersebut. Kapal ini membawa logistik dan obat-obatan untuk warga sipil Palestina.

"Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti," katanya.

Republika menegaskan sikapnya untuk berpihak pada relawan. Republika menolak segala bentuk kriminalisasi.

"Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional," katanya.

Lihat juga Video: Israel Serang Lebanon Saat Gencatan Senjata, 5 Orang Tewas

(rdp/imk)


Berita Terkait