"Target kami adalah 2026 pembebasan lahan sudah terbayarkan selesai 100%. Maka tahapan pembangunan dapat segera dilaksanakan," kata Rudy, Senin (4/5/2026).
Dia mengatakan lokasi jalannya sudah ditetapkan dan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Setelah lokasi ditetapkan dan disahkan oleh pemerintah provinsi, pihaknya akan melakukan penilaian.
"Inilah salah satu solusi, salah satu kebijakan yang kami ambil bersama, Pemerintah Kabupaten Bogor dengan DPRD Kabupaten Bogor untuk mencari jalan tengah sehingga pada saat tambang dibuka kembali operasionalnya tidak mengganggu pengguna jalan yang lain," jelasnya.
Sebab, dia mengatakan bahwa Kabupaten Bogor memiliki karakteristik yang beragam, baik topografi wilayah maupun kondisi masyarakatnya.
"Ada pertanian, ada pertambangan, ada pariwisata, ada perniagaan. Nah, tentunya membangun Bogor kita butuh dukungan dari semua pihak," ucapnya.
Dia menilai sejauh ini respons Pemprov Jabar terkait pembangunan jalur itu cukup baik. Beberapa tahapan dilakukan, salah satunya membuat kajian bersama akademisi.
"Dan hasil kajian-kajian tersebut tentunya ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dan tindak lanjut tersebut insyaallah mudah-mudahan tidak lama lagi Pemprov akan segera mengambil sebuah keputusan," ungkapnya.
(rdh/jbr)











































