Peristiwa pergerakan tanah terjadi di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat. Total tujuh unit rumah warga mengalami kerusakan.
"Akibat kejadian ini, sebanyak tujuh unit rumah warga terdampak, dengan rincian empat rumah mengalami rusak berat dan tiga rumah rusak sedang," kata Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor, dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).
Pergerakan tanah dipicu oleh curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Retakan tanah sendiri mulai terlihat pada hari Kamis (16/4) pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian kembali mengalami pergeseran signifikan pada Minggu (19/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB," ujar TRC BPBD Bogor.
Berdasarkan hasil asesmen, pergerakan tanah itu tercatat mencapai panjang sekitar 100 meter, dengan pergerakan dari titik mahkota hingga bawah lereng sekitar 50 meter.
"Kerusakan meliputi ambruknya bagian dinding, lantai, hingga atap rumah," bebernya.
Petugas gabungan kemudian segera ke lokasi untuk melakukan penanganan. Saat ini, sebanyak 28 warga telah direlokasi ke tempat yang lebih aman.
"Sebanyak 9 keluarga atau 28 jiwa kini telah direlokasi ke rumah kontrakan yang lebih aman. Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Seluruh penghuni rumah terdampak sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, dan kami terus memantau kondisi di lapangan," pungkas TRC BPBD Bogor.
Lihat juga Video: Tanah Bergerak di Tegal, Ribuan Warga Mengungsi










































