Latihan CPR, Warga Dilatih Tindakan Darurat Selamatkan Henti Jantung di CFD

Latihan CPR, Warga Dilatih Tindakan Darurat Selamatkan Henti Jantung di CFD

Taufiq Syarifudin - detikNews
Minggu, 12 Apr 2026 10:26 WIB
Latihan CPR untuk warga di CFD Bundaran HI. (Taufiq/detikcom)
Latihan CPR untuk warga di CFD Bundaran HI. (Taufiq/detikcom)
Jakarta -

Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan (PK3D) Dinkes DKI Jakarta menggelar sosialisasi bantuan hidup dasar (BHD) di arena car free day Bundaran HI, Jakarta Pusat. Warga dilatih untuk melakukan resusitasi jantung paru (RJP) atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).

Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (12/4/2026), sosialisasi itu dilakukan di sisi timur Monumen Selamat Datang. Warga yang berolahraga di sekitar lokasi tampak penasaran dan mencoba untuk ikut belajar CPR.

Dalam kegiatan itu, instruktur menyebutkan sejumlah kasus yang dapat membuat orang pingsan atau tak sadarkan diri. Misalnya, tersedak makanan, kekurangan oksigen, hingga serangan jantung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latihan CPR untuk warga di CFD Bundaran HI (Taufiq/detikcom)Latihan CPR untuk warga di CFD Bundaran HI (Taufiq/detikcom)

Kemudian, tahap selanjutnya instruktur meminta warga menghubungi petugas medis atau ambulans di 112, 119, atau lewat nomor WhatsApp 081112119119. Selain itu, warga bisa menghubungi lewat aplikasi JakSehat dengan fitur ambulans atau JAKI dengan fitur ambulans.

ADVERTISEMENT

Warga kemudian dilatih gerakan CPR dengan menggunakan maneken. Ada sejumlah maneken yang diletakkan dalam posisi berbaring di jalan.

Instruktur kemudian mengajari warga gerakan CPR di bagian dada maneken. Warga tampak antusias memperhatikan dan menirukan gerakan tersebut.

Kepala PK3D DKI Jakarta Sulung Mulia mengatakan kegiatan ini merupakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi masyarakat umum dari program Jakarta First Aid Responder. Mereka ingin masyarakat paham cara memberi bantuan saat kedaruratan.

"Kami ingin menyosialisasikan kepada masyarakat bagaimana tata laksana apabila ada kedaruratan medis, misalnya ada henti jantung, henti napas, tersedak atau choking yang kasus-kasus seperti itu kami harapkan masyarakat bisa melakukan pertolongan pertama sebelum tenaga kesehatan hadir," kata Sulung.

Sulung mengatakan PK3D melakukan 8.000 kegiatan termasuk menangani kedaruratan dalam sebulan. Dari jumlah itu, menurut dia, mereka melayani kebutuhan masyarakat soal ambulans bisa untuk kegiatan olahraga atau warga disabilitas.

"Nah, pertanyaannya adalah berapa nih yang gawat darurat? Rata-rata dari 8.000 kegiatan itu yang gawat darurat itu ada di angka 15 sampai 20 persen lah jadi bisa 1.500-an lebih setiap bulan yang menelepon ke kita untuk kegawatdaruratan," jelasnya.

Latihan CPR untuk warga di CFD Bundaran HI (Taufiq/detikcom)Latihan CPR untuk warga di CFD Bundaran HI. (Taufiq/detikcom)

Dia berharap warga dapat memberi pertolongan awal sambil menunggu petugas medis datang ke lokasi. Menurutnya, pertolongan awal dapat membantu nyawa dalam kondisi gawat darurat.

"Untuk penduduk dengan jumlah 11 juta ya memang angka yang lumayan lah begitu ya sehingga masyarakat, warga juga perlu tahu bagaimana penanganan awal untuk kedaruratan," ucapnya.

Lihat juga Video soal Catatan Pertolongan Pertama Henti Jantung: Jangan Panik

Halaman 2 dari 2
(tsy/haf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini