Analisis Pakar soal Ancaman 'Penghancuran Total' dari Trump untuk Iran

Analisis Pakar soal Ancaman 'Penghancuran Total' dari Trump untuk Iran

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 12 Apr 2026 08:32 WIB
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan sidang gabungan Kongres Amerika Serikat di Ruang DPR Gedung Capitol Amerika Serikat, Washington, D.C., Selasa (24/2/2026).
Donald Trump (REUTERS/Kenny Holston)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam 'penghancuran total' Iran jika negosiasi yang digelar di Pakistan berujung kegagalan. Apa maksud dari 'penghancuran total' itu?

Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah mengutarakan analisisnya. Menurut dia, Trump akan melakukan hal yang sama seperti kala AS menyerang Irak.

"AS berpotensi mempraktikkan kembali 'Carpet Bombing', sebagaimana telah dilakukannya di Irak di masa lalu," ujar Rezasyah kepada wartawan, Minggu (12/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rezasyah menduga Trump juga menyasar fasilitas sipil. "Dalam serangan barunya nanti, AS akan menyerang semua fasilitas sipil dan militer, yang dianggapnya penting," kata Rezasyah.

Rezasyah mengatakan negosiasi antara AS dan Iran bisa saja gagal bila AS-Israel berulah. Apalagi Israel, menurut dia, merasa ditinggal AS yang berunding secara sepihak dengan Iran.

"Perundingan kali ini juga pelik. Karena Presiden Trump yang sedang menghadapi ancaman pemakzulan tersebut, berpotensi mengubah kesepakatan yang sedang berproses," kata Rezasyah.

Guru besar hukum internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, tak mengetahui pasti apa yang dimaksud Trump dengan 'penghancuran total'. Bagi Hikmahanto, perang tak boleh menyasar sipil.

"Ini yang kita tidak tahu (soal penghancuran total) dan ini merupakan pelanggaran terhadap hak perang karena perang tidak boleh menyasar ke segala aspek kehidupan. Perang hanya diperbolehkan untuk melemahkan kekuatan lawan dengan menyerang prajurit/kombatan dan instalasi militer," jelas Hikmahanto.

Hikmahanto berpendapat Trump mencoba memaksa Iran agak menyetujui perundingan dengan menebar ancaman 'penghancuran total'. "Trump mencoba melakukan teriakan agar Iran mau tidak mau akan menyetujui perdamaian meski tidak menguntungkan bagi Iran. Ini strategi dalam mediasi. Belum tentu Iran akan tunduk," lanjutnya.

Diketahui, Trump menebar ancaman 'penghancuran total' kepada Iran. Hal ini bisa terjadi bila Iran tak menyetujui kesepakatan dalam negosiasi di Pakistan.

Trump memperingatkan bahwa militer AS mempersiapkan diri dengan 'amunisi terbaik' untuk kembali menyerang Iran jika kesepakatan gagal tercapai.

"Kita sedang mengisi kapal-kapal dengan senjata terbaik yang pernah dibuat, bahkan pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang kita gunakan sebelumnya untuk melakukan penghancuran total," tegas Trump dalam pernyataannya.

"Dan jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan menggunakannya, dan kita akan menggunakannya dengan sangat efektif," ucapnya memperingatkan.

Simak juga Video Pakar: Trump Tak Punya Rencana Militer yang Baik Lawan Iran

Halaman 2 dari 3
(isa/idh)


Berita Terkait