Tentang Ikan Sapu-sapu yang Marak Diburu Sebab Ancam Ekosistem Perairan

Tentang Ikan Sapu-sapu yang Marak Diburu Sebab Ancam Ekosistem Perairan

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2026 16:16 WIB
Puluhan ikan sapu-sapu ditangkap di kali depan Plaza Indonesia
Foto: Puluhan ikan sapu-sapu ditangkap di kali depan Plaza Indonesia (Pemprov DKI Jakarta)
Jakarta -

Fenomena perburuan ikan sapu-sapu di sejumlah aliran sungai Jakarta menjadi perhatian publik. Ikan sapu-sapu banyak ditemukan di Kali Ciliwung hingga kawasan perairan dan waduk di wilayah penyangga ibu kota, sehingga memicu aksi penangkapan oleh petugas maupun warga.

Seperti yang dilakukan Dinas KPKP DKI hingga Gulkarmat Jakarta Pusat. Sebanyak 100 personel gabungan telah dikerahkan untuk operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Cideng, tepatnya di depan Plaza Indonesia, Menteng.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menangkap 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar, yang selama ini dianggap mengganggu ekosistem sungai. Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, menyebut penangkapan dilakukan untuk memberantas ikan invasif.

Keberadaan ikan sapu-sapu yang semakin melimpah memunculkan kekhawatiran terhadap keseimbangan ekosistem perairan. Lalu, apa sebenarnya ikan sapu-sapu dan mengapa banyak diburu hingga dianggap hama di sungai-sungai Jakarta? Simak penjelasannya berikut ini.

Ikan sapu yang mati di Sungai Cilamaya.Ikan sapu yang mati di Sungai Cilamaya. (Foto: Irvan Maulana/detikJabar)

Apa Itu Ikan Sapu-sapu?

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai ikan air tawar yang memiliki nama ilmiah suckermouth catfish atau pleco. Menurut dokumen US Fish and Wildlife Service, ikan ini berasal dari Amerika Selatan dan termasuk spesies invasif yang dapat menyebar dengan cepat di perairan baru.

Ikan sapu-sapu memiliki ciri tubuh keras seperti pelat, mulut berbentuk pengisap, dan mampu bertahan di lingkungan air yang kotor atau minim oksigen. Kemampuan adaptasi yang tinggi membuat ikan ini mudah berkembang biak di berbagai perairan, termasuk sungai dan waduk di Indonesia.

Spesies ini juga dikenal mampu menggali dasar sungai untuk membuat sarang, yang dalam jangka panjang dapat merusak struktur tebing dan sedimentasi perairan.

Kenapa Ikan Sapu-sapu Dianggap Hama?

Dilansir dari Badan Karantina Indonesia (Barantin), ikan sapu-sapu termasuk spesies asing yang berpotensi merusak ekosistem perairan lokal. Barantin bahkan pernah melakukan pemusnahan ikan sapu-sapu sebagai langkah melindungi ekosistem dari spesies invasif.

Disebutkan bahwa spesies invasif ini dapat mengganggu keseimbangan lingkungan karena bersaing dengan ikan lokal dalam hal makanan dan habitat. Jika populasinya tidak terkendali, ikan lokal bisa terancam berkurang.

Selain itu, ikan sapu-sapu hampir tidak memiliki predator alami di perairan Indonesia. Kondisi ini membuat populasinya meningkat pesat dan mendominasi ekosistem sungai.

Sejumlah warga nampak berburu ikan sapu-sapu di Sungai Muara Ciwidey, Kabupaten Bandung. Ikan itu nantinya akan digunakan sebagai campuran pakan ternak.Sejumlah warga nampak berburu ikan sapu-sapu di Sungai Muara Ciwidey, Kabupaten Bandung. Ikan itu nantinya akan digunakan sebagai campuran pakan ternak. (Foto: Rico Bagus/deetikcom)

Dampak Populasi Ikan Sapu-sapu pada Ekosistem

Menurut US Fish and Wildlife Service, ikan sapu-sapu dapat menyebabkan kerusakan lingkungan karena kebiasaan menggali sarang di tepi sungai dan dasar perairan. Aktivitas ini berpotensi mempercepat erosi dan merusak habitat ikan lain.

Populasi yang terlalu banyak juga dapat mengganggu rantai makanan di perairan. Ikan sapu-sapu mengonsumsi berbagai sumber makanan yang seharusnya menjadi bagian dari ekosistem alami, sehingga ikan lokal kesulitan bertahan.

Upaya penangkapan dan pengendalian populasi dilakukan sebagai langkah menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah dampak yang lebih luas pada ekosistem sungai, seperti di Jakarta dan daerah lain.

Tonton juga video "Pramono Dukung Penangkapan Ikan Sapu-sapu, Atasi Hama Sungai Jakarta!"

Halaman 2 dari 2
(/wia)


Berita Terkait