Akhirnya Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Terangkut Semua

Akhirnya Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Terangkut Semua

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2026 12:16 WIB
Kondisi terkini Pasar Kramat Jati yang sudah bersih dari tumpukan sampah (Kurniawan Fadilah/detikcom)
Foto: Kondisi terkini Pasar Kramat Jati yang sudah bersih dari tumpukan sampah (Kurniawan Fadilah/detikcom)
Jakarta -

Gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, akhirnya berhasil terangkut setelah beberapa hari menjadi sorotan. Penanganan yang dilakukan secara intensif oleh Perumda Pasar Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta membuat kondisi kawasan pasar kini jauh lebih bersih.

Sebelumnya, tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sempat memicu keluhan warga dan menjadi perhatian pemerintah daerah. Bagaimana proses penanganan dilakukan hingga seluruh gunungan sampah bisa terangkut? Berikut rangkumannya.

Tumpukan Sampah Sempat Dikeluhkan Warga

Penumpukan sampah di kawasan Kramat Jati sebelumnya menjadi keluhan warga karena menimbulkan bau menyengat dan mengganggu lingkungan sekitar. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan penanganan sampah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar sepekan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mudah-mudahan tujuh, delapan hari lagi selesai. Sekarang ini sedang ditangani," ujar Pramono di Pasar Gardu Asem, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Pramono menjelaskan penumpukan sampah terjadi akibat gangguan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, khususnya di zona 4A yang terdampak sehingga aktivitas pengangkutan ikut tertahan.

Kondisi terkini Pasar Kramat Jati yang sudah bersih dari tumpukan sampah (Kurniawan Fadilah/detikcom)Kondisi terkini Pasar Kramat Jati yang sudah bersih dari tumpukan sampah (Kurniawan Fadilah/detikcom)

"Memang akibat dampak dari zona 4A Bantar Gebang yang kemudian rentetannya terjadi sampai hari ini. Saya sudah meminta Dirut Pasar Jaya untuk segera yang di Kramat Jati diselesaikan," ucapnya.

Pasar Jaya Targetkan Penanganan Rampung

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya kemudian bergerak cepat untuk menuntaskan persoalan tersebut. Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan menargetkan penanganan tumpukan sampah rampung dalam waktu tiga hari.

"Insyaallah tiga hari ke depan sudah selesai. Hari Jumat (10/4) kita targetkan seluruh penanganan tuntas," kata Agus Himawan, Kamis (9/4/2026).

Agus memastikan pihaknya bekerja bersama Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dengan mengerahkan puluhan armada pengangkut sampah setiap hari. Ia menyebut rata-rata terdapat hampir 40 ritase pengangkutan per hari dengan volume 600 sampai 700 ton sampah yang diangkut.

"Kita alhamdulillah bahu-membahu dengan Dinas Lingkungan Hidup. Tiap hari hampir 40 ritase. Itu setara dengan 600 sampai 700 ton sampah yang kita angkut," ungkapnya.

Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur,Kondisi tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, pada Minggu (29/3/2026) sebelum diangkut. (ANTARA/Siti Nurhaliza).

Gunungan Sampah Akhirnya Terangkut Semua

Upaya percepatan pengangkutan membuahkan hasil. Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati kini sudah terangkut dan lokasi terlihat bersih, hanya menyisakan tanah bekas tumpukan sampah.

Pantauan di lokasi pada Jumat (10/4/2026) menunjukkan alat berat berupa ekskavator masih berada di area bekas sampah, sementara truk pengangkut juga masih terparkir. Tembok pembatas yang sebelumnya tertutup sampah kini terlihat jelas dan mulai diperbaiki karena sempat ambruk.

Sekretaris Perusahaan Perumda Pasar Jaya Imam Kurniawan menjelaskan proses pengangkutan dilakukan selama delapan hari, mulai 2 hingga 9 April 2026, dengan puluhan ritase setiap hari untuk menormalkan kondisi lingkungan pasar.

Disiapkan Solusi Jangka Panjang Kelola Sampah

Selain pengangkutan sampah, Pasar Jaya juga menyiapkan langkah jangka panjang agar penumpukan tidak terulang. Salah satu yang disiapkan adalah pengoperasian mesin insinerator atau mesin pembakar sampah di area pasar.

Tumpukan sampah setinggi sekitar enam meter terlihat menggunung di area tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati, Minggu (29/3/2026). Volume sampah yang menumpuk bahkan mencapai sekitar 6.970 ton atau setara ratusan truk besar.Tumpukan sampah setinggi sekitar enam meter terlihat menggunung di area tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati, Minggu (29/3/2026). Volume sampah yang menumpuk bahkan mencapai sekitar 6.970 ton atau setara ratusan truk besar. (Foto: Mohammad Farrel/detikcom)

Mesin tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba dan diharapkan dapat membantu pengelolaan sampah secara lebih efektif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya normalisasi lingkungan Pasar Induk Kramat Jati agar tetap bersih dan tertata.

Tonton juga video "Komisi V DPR RI Kritik Pantai Kuta Banyak Sampah, Gimana Realitasnya?"

Halaman 2 dari 3
(wia/jbr)


Berita Terkait