Ketua Umum Pengurus Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menanggapi kesepakatan gencatan senjata Amerika Serikat dengan Iran. Gus Yahya mengapresiasi dan berharap menjadi perdamaian permanen.
"Saya ingin menyatakan apresiasi, apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah Iran dan Amerika Serikat yang telah berhasil mencapai kesepakatan gencatan senjata ini," kata Gus Yahya di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Yahya berharap tidak hanya gencatan saja, namun diwujudkan perdamaian yang sesungguhnya antar pihak yang berkonflik. Sebab menurutnya, perang adalah permasalahan untuk kemanusiaan.
"Tentu kita semua berharap bahwa ini akan menjadi permanen dan gencatan senjata ini akan diikuti dengan kesepakatan-kesepakatan untuk menghentikan kekerasan sama sekali. Kita mendesak, menyeru, menuntut supaya segala kekerasan dihentikan oleh siapa pun," sebutnya.
Dia juga bicara soal prajurit TNI yang gugur di Lebanon. Menurutnya, hal itu merupakan risiko dari misi kemanusiaan yang sudah dipahami sejak awal.
"Soal prajurit kita menjadi korban di dalam serangan Israel terhadap Lebanon dan terhadap UNIFIL, saya kira itu memang menjadi bagian dari risiko yang harus disadari sejak awal ketika kita terlibat di dalam pasukan perdamaian seperti itu," kata Gus Yahya.
Gus Yahya meyakini pemerintah lebih mengerti bagaimana bersikap atas adanya peristiwa gugurnya prajurit tersebut. Namun secara umum, dirinya mendorong pentingnya diwujudkan situasi perdamaian.
"Di mana pun terjadinya, namanya tentara itu memang ya siap dengan itu. Dan saya kira Presiden kita juga seorang prajurit sehingga beliau mengerti betul. Tapi pertama-tama yang harus diupayakan adalah ketertiban dan perdamaian," tuturnya.
Lebih lanjut, Gus Yahya turut mengapresiasi negara-negara Teluk yang tidak membalas serangan yang dilancarkan oleh Iran. Dari PBNU sedang berupaya menciptakan ketahanan sosial di tengah situasi konflik yang terjadi.
"Ini tidak bisa dilakukan sepihak oleh elemen mana pun. Ini harus dilakukan bersama-sama dalam kerja sama bersama-sama. Kita harus mampu, masyarakat kita ini harus mampu mengembangkan kemampuan, ya mengembangkan kapasitas untuk saling tolong-menolong di tingkat akar rumput," sebutnya.
Gus Yahya berharap masyarakat semuanya bersatu menghadapi situasi yang tidak pasti di tengah panasnya situasi geopolitik dunia. Dia meminta jangan ada masyarakat yang memberikan provokasi dan memecah belah.
"Mari kita berkonsolidasi bersama untuk mengupayakan kemaslahatan bersama, supaya kita selamat bersama-sama. Karena nggak mungkin ada yang bisa selamat sendirian," ucap dia.
"Kita beruntung kita punya tradisi gotong royong dan kita harus membangun model supaya masyarakat kita di tingkat akar rumput ini bisa saling tolong-menolong," tambahnya.










































