Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai serangan Israel terhadap Lebanon memperburuk eskalasi konflik di Timur Tengah. Dave mengatakan situasi tersebut berpotensi mengganggu stabilitas kawasan hingga berdampak terhadap keamanan global.
"Komisi I DPR RI memandang serangan terhadap Lebanon sebagai tindakan yang memperburuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah," kata Dave kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, langkah Iran yang menutup kembali Selat Hormuz setelah Israel melancarkan serangan ke Lebanon menunjukkan rentannya stabilitas energi global. Dia menilai kondisi ini dapat berdampak luas.
"Indonesia menilai bahwa setiap bentuk agresi hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat sipil dan mengganggu jalur perdagangan internasional yang vital bagi banyak negara, termasuk Indonesia," ujarnya.
Dave mengatakan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran seharusnya bisa membuka ruang diplomasi. Namun, dia menyesalkan perdamaian di kawasan tersebut masih sangat rapuh dan mudah terguncang.
"Situasi ini menegaskan perlunya komitmen nyata dari semua pihak untuk menghormati kesepakatan yang ada, agar momentum menuju stabilitas tidak hilang begitu saja," jelasnya.
Lebih lanjut, Dave mengatakan keselamatan WNI dan TNI di Lebanon harus menjadi prioritas utama. Diketahui, Indonesia terlibat dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
"Pemerintah bersama Kementerian Luar Negeri dan TNI perlu melakukan evaluasi situasi secara berkala, termasuk berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mitra internasional untuk memastikan keamanan pasukan," tuturnya.
"Apabila eskalasi konflik semakin membahayakan, kebijakan yang bertujuan menyelamatkan WNI dan pasukan TNI harus dipersiapkan secara matang, namun tetap disertai komitmen Indonesia terhadap mandat perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di kawasan tersebut," imbuh dia.
Sebelumnya, Israel melakukan serangan di negara Lebanon, termasuk di pusat Beirut yang padat penduduk pada Rabu. Ini merupakan serangan terbesar Israel sejak kelompok militan yang didukung Iran, Hizbullah, bergabung dalam perang pada awal Maret lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan gencatan senjata dengan Iran tidak mencakup kelompok Hizbullah di Lebanon.
IDF menyebut gempuran terkini ke Lebanon pada hari Rabu itu sebagai gelombang serangan udara terbesar ke negara itu. IDF mengklaim telah menyerang lebih dari 100 pusat komando dan lokasi militer Hizbullah dalam waktu 10 menit. Pinggiran selatan Beirut, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa di bagian timur menjadi sasaran.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan sedikitnya 182 orang meninggal dunia dan 890 orang luka-luka.
Jumlah itu menambah daftar korban meninggal sejak Israel melancarkan serangan ke Lebanon, enam pekan lalu. Sebelumnya, sebanyak 1.700 orang meninggal dunia, termasuk 130 anak-anak, di negara tersebut, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Tonton juga video "Komisi I Bakal Rapat dengan Menhan, Ini yang Dibahas"
(amw/whn)









































