Cerita Sahroni Diperas Pegawai Gadungan Catut Nama Pimpinan KPK

Cerita Sahroni Diperas Pegawai Gadungan Catut Nama Pimpinan KPK

Gibran Maulana - detikNews
Jumat, 10 Apr 2026 14:39 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni
Foto: Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni (Dok.Istimewa)
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menjelaskan perkara dirinya dimintai uang oleh pegawai KPK gadungan. Sahroni menegaskan pegawai gadungan itu meminta duit ratusan juta mengatasnamakan pimpinan KPK, bukan terkait perkara.

Sahroni bercerita, pada Senin (6/4), pegawai KPK gadungan itu datang langsung ke gedung DPR RI. Saat itu, Sahroni tengah memimpin rapat. Sahroni mendapat pemberitahuan dari stafnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang mengatasnamakan karyawan KPK yang menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah Kabiro Penindakan datang ke DPR pada Senin tanggal 6 jam 10.30 WIB. Datang langsung, dari Pamdal masuk ke DPR sampai di ruang tunggu Komisi III," kata Sahroni saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026).

"Gua lagi mimpin rapat, perasaan gua nggak ada janji sama siapa-siapa. Tapi karena staf gua menyampaikan itu via WhatsApp, gua tinggalin ruang rapat gua samperin itu orang," ujar Sahroni.

ADVERTISEMENT

Politikus NasDem itu mengatakan, karyawan gadungan ini menyebut nama pimpinan KPK. Dia pun langsung menghubungi KPK untuk menanyakan kebenaran. KPK, katanya, membantah orang yang mendatangi Sahroni merupakan karyawan mereka. Lembaga antirasuah itu kemudian berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya.

"Dia menyebut atas nama pimpinan KPK. Karena pimpinan KPK, gua mengonfirmasilah ke pimpinan KPK, apa benar yang bersangkutan orang KPK? Ternyata tidak. Ya sudahlah akhirnya gua koordinasi terus mengklarifikasi ini dengan KPK akhirnya KPK menyampaikan itu ke Polda Metro dan akhirnya gua melaporkan yang bersangkutan ke Polda Metro," ujar Sahroni.

Sahroni menyebut pegawai KPK gadungan ini meminta uang Rp 300 juta. Alasannya, kata Sahroni, untuk mendukung kegiatan pimpinan KPK. Sahroni yang curiga langsung berkoordinasi dengan KPK dan mendapatkan kesimpulan bahwa permintaan uang tersebut tidak benar.

"Jadi setelah kita cek dengan segala macam dia berani sekali. Langsung, langsung ngomong lisan minta 300 juta katanya, untuk pimpinan katanya. 'Untuk pimpinan buat apa?'. 'Ini dukungan buat kegiatan pimpinan'. Karena gua ada rasa curiga gua landain tapi gua nanya langsung ke KPK. Karena tidak benar akhirnya KPK berkoordinasi dengan Polda Metro gua laporin lah tuh. Bekerja sama dengan KPK dan Polda Metro akhirnya tertangkaplah yang bersangkutan di rumahnya," beber dia.

Bendahara Umum Partai NasDem ini meluruskan informasi yang menyebut pegawai KPK gadungan tersebut memerasnya karena urusan suatu perkara. Sahroni menyebut pegawai gadungan KPK itu meminta duit mengatasnamakan pimpinan KPK.

"Cuma kan berita narasinya udah beda-beda tuh seolah-olah ngurus perkara. Siapa ngurus perkara. Tidak ada urus perkara, dia minta uang langsung atas nama pimpinan KPK. Jadi tidak ada urusan, dia tahu-tahu datang langsung nyebut minta uang senilai Rp 300 juta dukungan kegiatan pimpinan KPK," beber Sahroni.

Juru bicara KPK Budi Prasetyo sebelumnya menyebut ada 4 orang yang ditangkap dalam kasus ini. Budi menyebut, keempatnya mengaku sebagai pegawai KPK dan dapat melakukan pengaturan penanganan perkara di KPK.

"Pada Kamis (9/4) malam, tim gabungan KPK dengan Polda Metro Jaya Jakarta mengamankan sejumlah empat orang yang diduga mengaku sebagai pegawai KPK dan dapat melakukan pengaturan penanganan perkara di KPK. Para terduga pelaku diamankan di wilayah Jakarta Barat," kata Budi, Jumat (10/4).

Lihat juga Video 'Warga Gresik Kena Prank SK PNS Palsu hingga Masuk Kerja':

(gbr/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini