Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap alasan di balik keputusan memilih Lapangan Banteng sebagai lokasi penyelenggaraan Lebaran Betawi tahun ini. Ia mengatakan pilihan itu dilakukan dengan pertimbangan kondisi Lapangan Banteng yang kini telah rampung direvitalisasi dan dinilai lebih representatif.
Pramono menjelaskan Lebaran Betawi 2026 akan digelar pada Sabtu (11/4) mulai pukul 10.00 WIB. Tahun ini menjadi kali pertama tradisi tahunan tersebut dipusatkan di Lapangan Banteng.
"Kenapa di Lapangan Banteng? Terus terang saya yang memilih Lapangan Banteng, karena Lapangan Banteng sekarang ini sudah selesai kita renovasi," kata Pramono di Kebon Melati, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan Lapangan Banteng kini telah terhubung dengan kawasan Gedung A.A. Maramis, sehingga ruang publiknya dinilai lebih nyaman dan mudah diakses warga. Lokasinya yang lebih lapang juga memungkinkan acara berjalan tertib.
"Kemudian juga kita sambungkan ke Gedung A.A. Maramis, lokasinya lebih baik. Mudah-mudahan besok akan berjalan lancar dan parkirnya juga cukup mencukupi," ujarnya.
Diketahui, Tahun ini, Lebaran Betawi 2026 digelar pada 10-12 April 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyebut Lebaran Betawi menjadi momentum mempererat silaturahmi masyarakat Jakarta setelah Idul Fitri sekaligus melestarikan budaya Betawi.
Uus menjelaskan Lebaran Betawi yang telah digelar sejak 2008 kini memasuki penyelenggaraan ke-18 dan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Betawi serta penguatan identitas Jakarta sebagai kota global yang berakar pada kearifan lokal.
Perayaan tahun ini mengusung tema "Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global". Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta bersama Bamus Betawi, Majelis Kaum Betawi, dan berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk kolaborasi pelestarian budaya.
Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat dapat mengikuti berbagai rangkaian kegiatan mulai dari malam syukuran, atraksi budaya seperti ondel-ondel, tanjidor, gambang kromong, lenong, hingga senam bersama, karnaval budaya, dan bazar kuliner Betawi. Pemilihan Lapangan Banteng sebagai lokasi kegiatan juga mempertimbangkan nilai sejarah dan ketersediaan ruang publik yang memadai untuk perhelatan budaya berskala besar.
Lebaran Betawi 2026 diharapkan menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat untuk mempererat kebersamaan sekaligus menjaga tradisi budaya Betawi agar tetap hidup di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.
Simak juga Video 'Coba Sensasi Baru Soto Betawi, Kuah Creamy dari Oatmilk':
(bel/zap)










































