Menbud Dorong Pemanfaatan Teknologi XR untuk Pengembangan Film Lokal

Menbud Dorong Pemanfaatan Teknologi XR untuk Pengembangan Film Lokal

Hana Nushratu Uzma - detikNews
Jumat, 10 Apr 2026 08:44 WIB
Menbud Dukung Pengembangan Film Berbasis Sains-Sejarah dan IP Lokal
Foto: Kemenbud
Jakarta -

Menteri Kebudayaan RI (Menbud) Fadli Zon menerima audiensi Dendi Reynando dan Upie Guava selaku produser dan sutradara film Pelangi di Mars di kantor Kemenbud, Jakarta.

Pertemuan ini membahas pemanfaatan teknologi extended reality (XR) untuk mendukung pengembangan industri perfilman nasional, khususnya dalam produksi film anak, sejarah, fiksi ilmiah, serta penguatan kekayaan intelektual (IP) lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Dendi dan Upie memaparkan pengembangan film Pelangi di Mars yang dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan hadirnya film anak Indonesia yang berkualitas dan mampu mendorong imajinasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Film ini dikembangkan sebagai karya fiksi ilmiah dengan pendekatan teknologi XR yang telah diriset dan dikembangkan secara mandiri di Indonesia selama kurang lebih tiga tahun, termasuk pembangunan infrastruktur studio dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Upie menyampaikan teknologi XR memberikan fleksibilitas tinggi dalam proses produksi, sehingga memungkinkan sineas untuk menghadirkan berbagai latar visual secara efisien tanpa ketergantungan pada lokasi fisik dan biaya yang tinggi.

ADVERTISEMENT

"Dengan XR, sutradara dapat bereksperimen dan berimajinasi secara lebih luas tanpa dibatasi oleh kendala biaya produksi konvensional," ujar Upie, dalam keterangan tertulis, Jumar (10/4/2026).

Sementara itu, Dendi menegaskan Pelangi di Mars dirancang sebagai bagian dari strategi pengembangan IP lokal yang berkelanjutan.

Karakter-karakter dalam film tersebut tengah diarahkan untuk pengembangan lisensi dan produk turunan, sehingga memiliki nilai tambah ekonomi dan daya saing di pasar nasional.

Selain itu, Dendi menyampaikan teknologi XR juga berpotensi besar dimanfaatkan untuk produksi film dengan berbagai latar, termasuk film sejarah yang membutuhkan rekonstruksi visual kompleks dengan biaya yang lebih efisien.

"Teknologi ini memungkinkan kita menghadirkan berbagai latar, termasuk masa lampau dalam film sejarah, tanpa memerlukan pembangunan set fisik berbiaya besar. Selain itu, pemanfaatan teknologi juga dapat menghadirkan alternatif tontonan yang lebih beragam kepada masyarakat," jelas Dendi.

Menbud Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan serta menilai bahwa pemanfaatan teknologi XR dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekosistem perfilman nasional.

Fadli menekankan pentingnya pengembangan konten yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan inspiratif, khususnya yang mengangkat tema sains dan teknologi.

"Kita perlu mendorong lahirnya karya-karya bertema STEM yang dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat daya saing budaya Indonesia," ungkap Fadli.

Lebih lanjut, Fadli menyampaikan Indonesia memiliki kekayaan sumber cerita yang sangat besar dan potensial untuk diangkat menjadi karya film, baik yang bersumber dari tokoh-tokoh ilmuwan maupun sejarah panjang peradaban Nusantara.

"Selain teknologi yang mumpuni, kita juga perlu perkuat ide dan jalan cerita sebagai fondasi utama, yang kemudian didukung oleh pemanfaatan teknologi untuk mewujudkan kualitas film yang optimal," kata Fadli.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Kemenbud dalam mendorong kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri kreatif untuk memperkuat kapasitas produksi film nasional.

Pemanfaatan teknologi XR diharapkan dapat mendukung lahirnya karya-karya film Indonesia yang inovatif, efisien, serta mampu mengangkat kekayaan ilmu pengetahuan, sejarah, dan budaya bangsa sebagai bagian dari penguatan identitas nasional dan daya saing global.

Sebagai informasi, pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri; serta Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti.

Simak juga Video 'Kemenbud Bertemu Komposer, Dorong RUU Hak Cipta Selesaikan Polemik Musik:

(hnu/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini