Jakarta menjadi kota teraman nomor dua di kawasan ASEAN berdasarkan survei Safety Index by Global Residence Index 2026. Ada sejumlah indikator yang dipakai untuk mengukur tingkat keamanan kota ini.
Dikutip dari laman resminya, Kamis (9/4/2026), Global Residence Index merupakan penyedia untuk golden visa di Eropa dan program kewarganegaraan melalui investasi secara global. Adapun laporan ini merupakan laporan edisi 16 Januari 2026.
Survei dilakukan dengan memakai sejumlah indikator. Beberapa di antaranya seperti tingkat kejahatan pembunuhan, tingkat risiko kasus penculikan, tingkat risiko keamanan hingga risiko ketidakstabilan politik. Beberapa indikator tersebut ada yang memakai parameter skor dari lembaga lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini deretan indikator yang dipakai Global Residence Index untuk mengukur tingkat keamanan kota di dunia.
1. Tingkat Pembunuhan Regional: Pembunuhan terjadi ketika satu manusia menyebabkan kematian manusia lain. Definisi pembunuhan mencakup, tetapi tidak terbatas pada, pembunuhan berencana, pembunuhan tidak berencana, pembunuhan yang dapat dibenarkan, pembunuhan dalam perang, eutanasia, dan eksekusi, tergantung pada keadaan kematian.
2. Penculikan: perkiraan risiko penculikan di negara tersebut.
3. Risiko Politik: perkiraan risiko ketidakstabilan politik di negara tersebut.
4. Risiko Keamanan: perkiraan risiko terhadap keamanan pribadi di negara tersebut.
5. Kematian Akibat Konflik: Kematian akibat perang dan konflik per negara. Perkiraan ini tidak termasuk kematian akibat dampak tidak langsung perang dan konflik terhadap penyebaran penyakit, gizi buruk, dan runtuhnya layanan kesehatan.
6. Skor Kerentanan: skor ini disusun oleh Institut Igarapé. Kerentanan terdiri dari serangkaian properti yang melemahkan kapasitas dan legitimasi metropolitan. Kerentanan diukur menggunakan pilihan 11 metrik yang secara empiris terkait dengan ketidakstabilan dan kekacauan kota. Kerentanan juga dinilai dalam kaitannya dengan indikator yang terkait dengan kerentanan nasional dan konflik bersenjata. Kerentanan kota dapat diperiksa dengan mengeksplorasi skor komposit atau filter individual untuk setiap indikator.
7. Tingkat kematian akibat bencana alam: perkiraan tingkat kematian per negara akibat bencana alam, misalnya gempa bumi, banjir, tsunami, badai dan bencana lainnya. Bencana teknologi, termasuk bencana industri dan transportasi, menyumbang sepertiga dari semua jenis bencana, tetapi memengaruhi jumlah orang yang lebih sedikit karena cenderung lebih terlokalisasi. Bahaya biologis, termasuk epidemi, dibahas secara terpisah.
8. Tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas: tingkat kematian tahunan per negara akibat kecelakaan lalu lintas.
9. Indeks Risiko Dunia: alat yang digunakan untuk menilai dan memperkirakan risiko bencana suatu negara. Kerentanan masyarakat inilah yang menjadi dasar WorldRiskIndex, yang menghitung risiko bencana untuk 171 negara dengan mengalikan kerentanan dengan paparan terhadap bahaya alam (siklon, kekeringan, gempa bumi, banjir, dan kenaikan permukaan laut).
10. Indeks keamanan Numbeo: indeks keamanan per kota yang disusun oleh Numbeo.com didasarkan pada survei online.
11. Indeks Perdamaian Global: GPI mengukur perdamaian negara-negara terpilih berdasarkan 23 indikator kualitatif dan kuantitatif.
10 Kota Teraman di ASEAN
Dari survei berdasarkan indikator tersebut, ditemukan bahwa predikat kota teraman didominasi oleh kota-kota di Eropa. Selain itu, kota-kota di Asia juga memegang posisi kuat sebagai kota teraman.
"Kota-kota Eropa mendominasi sebagian besar peringkat, dengan kota-kota di Asia juga memegang posisi yang kuat," tulis laporan tersebut.
Jakarta termasuk kota teraman di Asia Tenggara atau kawasan ASEAN. Indonesia menduduki posisi kedua:
1. Singapura - Skor 0,90
2. Jakarta - Skor 0,72
3. Bangkok - Skor 0,65
4. Vientiane - Skor 0,61
5. Hanoi - Skor 0,60
6. Kuala Lumpur - Skor 0,57
7. Phuket - Skor 0,57
8. Ho Chi Minh City - Skor 0,56
9. Phnom Penh - Skor 0,55
10. Manila - Skor 0,41
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung telah menanggapi laporan ini. Pramono mengaku kaget dengan posisi Jakarta sebagai kota teraman.
"Saya sebenarnya juga surprised," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/4).
Pramono mengatakan peningkatan rasa aman warga dan persepsi keamanan internasional tidak lepas dari berbagai kegiatan kolaboratif yang digelar Pemprov DKI bersama masyarakat sepanjang tahun. Kegiatan itu mulai dari Christmas Carol, perayaan Imlek, Nyepi, hingga Ramadan dan Idulfitri yang seluruhnya berlangsung kondusif.
"Berbagai kegiatan keberagaman yang dilakukan di ruang publik, alhamdulillah menunjukkan kuatnya kebersamaan Jakarta. Ini menurut saya jadi etalase atau simbol tentang Jakarta sendiri," ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menegaskan akan terus memperkuat program unggulan 'Jaga Jakarta untuk Indonesia' usai Jakarta menorehkan prestasi sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara (ASEAN) tahun 2026 berdasarkan laporan Global Residence Index.
"Prestasi ini adalah hasil nyata dari komitmen kolektif kita semua. Namun, predikat ini tidak boleh membuat kita lengah. Justru, ini menjadi motivasi untuk semakin memperkuat program 'Jaga Jakarta' agar stabilitas keamanan ini terus terjaga dan berkelanjutan," ujar Irjen Asep di Jakarta, Selasa (7/4).
Dia menegaskan, pencapaian Jakarta sebagai kota teraman kedua di ASEAN merupakan hasil kolaborasi dari Pemprov DKI Jakarta, Kodam Jaya, dan termasuk seluruh masyarakat Jakarta.
Untuk menjaga situasi Jakarta tetap kondusif, Irjen Asep kembali memberikan instruksi kepada seluruh jajaran di jajaran Polres hingga Polsek. Ia menekankan bahwa pengamanan tidak boleh bersifat statis, melainkan harus dinamis melalui kolaborasi lintas sektoral dengan Pemprov DKI, TNI dan seluruh stakeholder lainnya, juga dengan seluruh unsur masyarakat.
"Saya instruksikan kepada seluruh jajaran, jangan cepat berpuas diri. Perkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Keamanan yang kita capai hari ini harus dijaga dengan kolaborasi yang lebih erat, lebih terukur, dan lebih terkoordinasi di lapangan," tegas Irjen Asep.
Tonton juga video "Pramono: Gedung Lebih dari 4 Lantai di Jakarta Akan Terintegrasi CCTV"











































