Bos Kriminal Skotlandia yang Ditangkap di Bali Dipulangkan ke Negaranya

Bos Kriminal Skotlandia yang Ditangkap di Bali Dipulangkan ke Negaranya

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 08 Apr 2026 18:52 WIB
Steven Lyons, bos kriminal Skotlandia yang ditangkap di Bali dikembalikan ke negaranya, pada Rabu (8/4/2026) dini hari dengan pengawalan ketat.
Steven Lyons, bos kriminal Skotlandia yang ditangkap di Bali, dikembalikan ke negaranya. (dok. Istimewa)
Denpasar -

Steven Lyons (45), buron Interpol asal Inggris, dikembalikan ke negaranya setelah ditangkap di Bali. Bos kriminal Skotlandia itu dipulangkan dengan pengawalan ketat dini hari tadi.

"Otoritas Indonesia telah menetapkan langkah pendeportasian bagi tersangka. Guna menjamin keamanan maksimal, yang bersangkutan dideportasi dengan pengawalan (escort) pada Rabu dini hari, 8 April 2026," ujar Sekretaris NCB Internasional Indonesia, Brigjen Untung Widiyatmoko, dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Brigjen Untung menyampaikan Sekretariat NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri dan otoritas terkait telah berkoordinasi untuk memastikan pemulangan tersangka ke negara peminta berjalan lancar dan aman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, Steven Lyons yang merupakan pimpinan 'Lyons Crime Family' ditangkap saat mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada Sabtu (28/3). Steven Lyons menjadi buruan Interpol setelah namanya masuk daftar red notice.

Sebagai informasi, red notice Interpol adalah permintaan internasional kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk menemukan dan menahan sementara seseorang yang buron, sembari menunggu proses ekstradisi atau tindakan hukum serupa. Ini merupakan pemberitahuan (notice) untuk melacak tersangka kejahatan serius yang melarikan diri ke luar negeri.

Brigjen Untung menegaskan keberhasilan ini merupakan buah dari kerja sama intelijen global yang solid. Penangkapan Steven Lyons merupakan bagian dari 'Operasi ARMORUM', sebuah investigasi gabungan multinasional yang melibatkan Unit Central Operativa Guardia Civil Spanyol dan Police Scotland. Penangkapan ini membuktikan bahwa wilayah Indonesia bukan tempat persembunyian yang aman bagi pelaku kejahatan terorganisasi.

"Penangkapan ini bukan sekadar keberhasilan taktis, tetapi juga pesan tegas kepada dunia internasional. Set NCB Interpol Indonesia mengedepankan komitmen pemberantasan Transnational Crime dengan menangkap tersangka DPO internasional subjek Interpol Red Notice. Tidak ada zona aman di Indonesia bagi buronan Interpol," lanjutnya.

Steven Lyons, bos kriminal Skotlandia yang ditangkap di Bali dikembalikan ke negaranya, pada Rabu (8/4/2026) dini hari dengan pengawalan ketat.Steven Lyons, bos kriminal Skotlandia yang ditangkap di Bali, dikembalikan ke negaranya, pada Rabu (8/4/2026) dini hari dengan pengawalan ketat. (Foto: dok. Istimewa)

Sosok Steven Lyons

Steven Lyons dikenal sebagai pimpinan tertinggi 'Lyons Crime Family', sebuah organisasi kejahatan transnasional asal Skotlandia yang mendalangi jaringan pencucian uang dan perdagangan narkotika skala besar dari Spanyol ke Inggris Raya.

Melansir BBC, Steven Lyons awalnya memimpin klan Lyons, yang semula berbasis di Cumbernauld, North Lanarkshire. Klan ini terlibat dalam perseteruan berdarah selama lebih dari 20 tahun dengan kelompok saingannya, Daniel, yang berbasis di Glasgow, Skotlandia. Klan Lyons kemudian dikenal sebagai kelompok mafia ternama di sana.

Pada 2006, Steven Lyons selamat dari sebuah penembakan di sebuah garasi di Lambhill, wilayah utara Glasgow, yang merenggut nyawa sepupunya, Michael Lyons. Dia kemudian pindah ke Spanyol sebelum menetap di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Pada Mei 2025, saudara Steven Lyons, Eddie Lyons Jr, dan Ross Monaghan tewas ditembak di sebuah bar tepi pantai di Fuengirola di Costa del Sol.

Kedua pria itu menghabiskan malam dengan menonton final Liga Champions sebelum menjadi target seorang pria bersenjata yang bertindak sendirian.

Pria asal Liverpool, Michael Riley (44), itu dituduh oleh polisi Spanyol sebagai pelaku pembunuhan tersebut.

Ia sempat menantang upaya ekstradisi, tetapi pada Oktober, Crown Prosecution Service mengonfirmasi bahwa ia telah memberikan persetujuan untuk dibawa ke Spanyol guna menghadapi proses hukum.

Dalam beberapa hari setelah penembakan ganda itu, seorang penyidik Kepolisian Nasional Spanyol mengatakan tersangka merupakan anggota kelompok kriminal Daniel yang menjadi pesaingnya.

Namun Kepolisian Skotlandia menegaskan tidak ada indikasi bahwa pembunuhan di Spanyol tersebut terkait dengan perang antar-kelompok kriminal yang masih berlangsung atau bahwa serangan itu direncanakan di Skotlandia.

Lihat juga Video: Polisi Tangkap 2 WN Liberia Penipu Modus Black Dollar di Jakbar

(mea/dhn)


Berita Terkait