Baliho 'Aku Harus Mati' Dicopot, Pram Larang Iklan Sensitif Muncul di Jakarta

Baliho 'Aku Harus Mati' Dicopot, Pram Larang Iklan Sensitif Muncul di Jakarta

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Senin, 06 Apr 2026 11:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Belia/detikcom)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Belia/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menurunkan baliho film 'Aku Harus Mati' yang sempat terpasang di sejumlah ruas jalan Jakarta. Gubernur Pramono Anung mengatakan penurunan itu dilakukan setelah pihaknya mendapatkan keluhan dari masyarakat.

"Baliho tersebut sudah kami turunkan. Tapi prinsipnya, ini tidak boleh terulang kembali," kata Pramono di Pasar Gardu Asem, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Menurut Pramono, pemasangan iklan yang sensitif tanpa memperhatikan dampaknya bagi publik merupakan tindakan yang harus dievaluasi. Ia menegaskan Pemprov akan mencegah pemasangan baliho serupa di masa mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang seperti-seperti ini hanya untuk menarik publik kemudian memasang iklan yang sensitif, dan ini berdampak bagi masyarakat. Maka ini tidak boleh terulang kembali," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, ramai di media sosial terkait papan baliho atau billboard promosi film bertulisan 'Aku Harus Mati' yang dinilai membuat publik tak nyaman. Pemprov DKI Jakarta pun merespons keresahan warga dengan menurunkan papan reklame yang tersebar di sejumlah titik tersebut.

Dalam unggahan viral yang dilihat detikcom, Minggu (5/4), papan reklame itu bertulisan 'Aku Harus Mati' dengan latar belakang makhluk berwarna biru bermata merah. Konten tersebut menuai keluhan warga.

Kasatpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan biro reklame yang menayangkan iklan tersebut. Hasilnya, billboard film tersebut diturunkan.

"Sudah, sudah, iya. Jadi kita sudah koordinasi sama biro reklamenya untuk segera menurunkan. Betul, betul (yang menurunkan bilboard pihak biro)," kata Satriadi ketika dihubungi, Minggu (5/4).

(bel/ygs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini