Seorang pria berinisial T disiram air keras di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Korban merupakan anggota Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Bekasi.
"Kami mengutuk keras tindakan penyiraman air keras terhadap anggota kami. Ini tindakan keji dan tidak manusiawi. Kami meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku serta otak di balik kejadian ini," kata Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, melalui keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
Andi mengatakan KSPSI akan mengawal proses hukum kasus tersebut hingga tuntas. Penasihat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu juga menyampaikan terima kasih atas respons cepat jajaran Polres Bekasi menangani kasus tersebut.
"Saat ini sudah ada titik terang dalam kasus ini. Terima kasih atas respons cepat Kapolres Bekasi Kombes Sumarni dan jajarannya," ujarnya.
Dia juga meminta penjualan air keras diawasi secara ketat. Menurutnya, barang itu berpotensi disalahgunakan.
"Kami meminta aparat berwenang mengawasi ketat penjualan air keras karena sangat berbahaya dan sekarang sering dijadikan sarana untuk menyerang," ujarnya.
Sebelumnya, pria berinisial T diserang oleh orang tak dikenal (OTK) di Tambun Selatan, Bekasi. Korban tiba-tiba disiram air keras hingga mengalami luka bakar.
Kejadian ini terekam kamera CCTV dan viral di media sosial (medsos). Dari rekaman CCTV, diketahui peristiwa itu terjadi pada Senin (30/3) pukul 04.51 WIB.
Dinarasikan bahwa korban saat itu baru pulang dari masjid setelah melaksanakan salat subuh. Tiba-tiba, korban disiram air keras hingga kepanasan.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar di media sosial, tampak dua pengendara motor berboncengan. Mereka melintas dan melewati korban.
Korban, yang mengenakan baju berwarna cokelat dan celana panjang berjalan, kemudian seperti mengusap-usap hingga melepaskan bajunya.











































