Putri Presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid, Yenny Wahid, mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, hal ini adalah langkah baik yang diambil pemerintah.
"Saya bisa mewakili semua Ibu-ibu yang ada di sini, mengapresiasi langkah pemerintah, mengapresiasi Presiden Prabowo yang kemarin membuat pernyataan bahwa tidak akan menaikkan harga BBM," kata Yenny kepada wartawan usai halalbihalal di rumah Shinta Wahid, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yenny mengatakan harga BBM mempengaruhi kebutuhan rumah tangga. Sebab, hal itu berpengaruh terhadap kebutuhan bahan-bahan pokok.
"Ini buat kita tentu sangat signifikan karena ini berdampak besar pada harga-harga barang pokok, harga-harga semua kebutuhan ya, dan tentunya kebutuhan dapur yang paling utama," jelas dia.
Yenny menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam mengantisipasi situasi yang berpotensi memburuk. Berkaca dari Filipina, ia menyebut ketiadaan intervensi dapat berujung pada status darurat.
"Karena kita lihat ketika tidak ada intervensi pemerintah, yang terjadi seperti di Filipina, ada langsung ada keadaan darurat diterapkan, ya kan. Nah, kita tentu tidak ingin ada kondisi semacam itu diterapkan di Indonesia," tegasnya.
Yenny lalu menyoroti besarnya kontribusi perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan. Hal itulah yang menjadi alasannya berkumpul sebagai wujud nyata kontribusi dan solidaritas dalam menghadapi situasi yang ada.
"Makanya semua perempuan ini berkumpul semua ya, karena perempuan punya sumbangsih pikirannya, perempuan punya kekuatannya, perempuan punya jaringannya ya, punya kreativitas untuk mempergunakan sumber dayanya untuk membantu sesama kita," kata dia.
Tonton juga video "Nama Gamma Rizky Nata-Budiman Arisandi-Haryono Dibacakan di Haul Gus Dur"
(tsy/eva)









































