Investor asal China berinisial C bersama rekan perempuannya diduga dianiaya sekelompok orang saat mengecek lokasi pembukaan lahan tambang emas di Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia dianiaya oleh kelompok warga yang menolak proyek tambang tersebut.
"Kami sudah menerima laporan seorang WNA asal China yang menjadi korban penganiayaan bersama seorang rekannya perempuan. Jadi ada dua korban semua," kata Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto, dilansir detikSulsel, Sabtu (7/3/2026).
Korban yang merupakan perwakilan dari CV Hadaf Karya Mandiri meninjau lokasi di Kecamatan Cendana, Enrekang, pada Jumat (6/3) sore. Ia didampingi sejumlah tokoh masyarakat untuk mengambil sampel di lokasi eksplorasi tambang emas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga tidak tahu mereka mau ke lokasi. Nah, kami sempat sampaikan untuk pendampingan dan mereka (korban) bilang akan melapor," tutur Hari.
Saat di lokasi, korban diduga dihadang massa yang menolak tambang emas di lokasi tersebut. Saat itulah terjadi penganiayaan terhadap korban.
"Ternyata mereka survei dengan tokoh masyarakat (tanpa pengamanan polisi). Tiba-tiba kami terima informasi begitu (dihadang warga yang menolak tambang)," imbuhnya.
Setelah menerima informasi, polisi turun ke lokasi untuk mengamankan korban dan melarikannya ke RSUD Massenrempulu untuk mendapatkan perawatan. Polisi masih menyelidiki kasus ini.
Baca selengkapnya di sini.
Lihat juga Video: Miris, Seorang Nenek di Alor Dianiaya gegara Dituduh Makhluk Halus











































