"Korban terdampak berdasarkan hasil kaji cepat yaitu 1 unit rumah rusak berat dan 2 unit rumah rusak sedang," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, Selasa (3/3/2026).
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/1) petang. Adam mengatakan lokasi tanah bergerak tersebut secara geografis sejatinya merupakan zona merah pergerakan tanah.
"Lokasi tersebut merupakan zona merah pergerakan tanah, ditambah lokasi bangunan terdampak tidak jauh dari tebingan Sungai Cileungsi," tuturnya.
Dia menjelaskan, pergerakan tanah susulan kembali terjadi pada Senin (2/3) sehingga menyebabkan kerusakan pada rumah warga yang terdampak bertambah.
"Korban terdampak 4 KK (kepala keluarga) dengan total 15 jiwa," jelasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, akibatnya, sebanyak 3 keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"Korban mengungsi sebanyak 9 jiwa, saat ini untuk sementara diungsikan ke kontrakan dan ke rumah anak," imbuhnya.
Saat ini, rumah yang mengalami kerusakan belum diperbaiki dan tidak ditinggali. Penghuni mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Lihat juga Video: Tanah Bergerak di Tegal, Ribuan Warga Mengungsi
(rdh/ygs)











































