WNI di Jeddah Diminta Tunda Penerbangan ke Negara Terdampak Perang Iran-Israel

WNI di Jeddah Diminta Tunda Penerbangan ke Negara Terdampak Perang Iran-Israel

Wildan Noviansah - detikNews
Sabtu, 28 Feb 2026 22:31 WIB
A plume of smoke rises following a reported explosion in Tehran on February 28, 2026. Two loud blasts were heard in Tehran on February 28 morning by AFP journalists, and two plumes of thick smoke were seen over the centre and east of the Iranian capi
Foto: Kondisi Iran usai diserang AS-Israel (AFP/ATTA KENARE)
Jakarta -

Konsulat Jenderal Republik Indonesia(KJRI) Jeddah mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang menunda penerbangan yang tak mendesak. Hal itu menyoal kondisi panas di Timur Tengah usai Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran.

"Jika akan bepergian, pastikan mengecek jadwal dan status penerbangan melalui maskapai atau otoritas bandara sebelum berangkat, serta tunda perjalanan yang tidak mendesak ke wilayah berisiko," tulis JKRI Jeddah melalui akun media sosial resminya, dikutip detikcom, Sabtu (28/2/2026).

"Segera lakukan lapor diri melalui portal Peduli WNI dan simpan dokumen penting dalam bentuk fisik maupun digital," imbuhnya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KJRI mengimbau warga untuk terus memantau situasi terkini di Timur Tengah. Seluruh WNI diminta untuk senantiasa waspada.

"Utamakan keselamatan diri dan keluarga dalam setiap aktivitas. Tetap tenang dan hindari lokasi berisiko. Pantau informasi hanya dari kanal resmi KJRI Jeddah dan otoritas Arab Saudi. Menghubungi hotline KJRI Jeddah dalam keadaan darurat melalui WhatsApp: +966 50 596 6623 Telepon: +966 50 360 9667," tulisnya.

Diketahui, AS dan Israel telah melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran pada Sabtu pagi waktu Iran. Serangan itu diklaim itu menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Iran.

Pernyataan video terpisah telah dirilis oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump, yang juga mengisyaratkan dukungan terhadap upaya perubahan pemerintahan di Teheran.

Iran menyebut serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan. Militer berjanji untuk membalas dan melancarkan serangan balasan. Iran kemudian melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah.

Rentetan ledakan mengguncang sejumlah negara Teluk Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Mulai dari Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, hingga Kuwait semuanya melaporkan rentetan ledakan setelah AS bersama Israel menyerang Iran.

(wnv/ygs)



Berita Terkait