Istana soal Beda Awal Puasa: Kita Harus Saling Menghormati

Langkah Emas Raih Kemenangan

Istana soal Beda Awal Puasa: Kita Harus Saling Menghormati

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 18 Feb 2026 17:57 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (Anggi M/detikcom)
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (Anggi M/detikcom)
Jakarta -

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengimbau masyarakat tak mempersoalkan awal puasa yang berbeda. Prasetyo mengatakan perbedaan awal puasa merupakan hal yang wajar. Dia mengajak masyarakat saling menghormati.

"Bahwa puasa tahun ini mungkin ada perbedaan dari sisi waktu. Itu sesuatu hal yang tidak perlu dipermasalahkan, tidak perlu dibesar-besarkan," kata Prasetyo seusai rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Prasetyo mengajak masyarakat saling menghormati perbedaan yang ada. Menurutnya, sebagian umat Islam telah memulai ibadah puasa lebih dahulu dan hal tersebut perlu disikapi dengan toleransi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Justru kita harus saling menghormati karena kita semua tahu bahwa ada sebagian saudara-saudara kita muslim yang hari ini juga sudah mulai melaksanakan puasa," ujarnya.

"Kami mewakili Bapak Presiden, mewakili pemerintah, juga ingin menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh muslim di Indonesia," imbuh dia.

Diketahui, Muhammadiyah melaksanakan ibadah puasa mulai hari ini. Sementara itu, pemerintah menetapkan awal puasa pada 19 Februari 2026.

"Secara hisab, data hilal hari ini tidak memenuhi kriteria hilal MABIMS," kata Menag Nasaruddin Umar dalam konferensi pers seusai sidang isbat.

"Disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026," sambungnya.

Lihat juga Video: Hasil Hisab Kemenag: 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari

(amw/jbr)


Berita Terkait