Dilansir detikJogja, Selasa (17/2/2026), BHR DIY tetap akan mengadakan pantauan Pos Observasi Bulan (POB) Bukit Syekh Belabelu, Parangtritis, Bantul, sore ini. Ketua Badan Hisab Rukyat DIY, Mutoha Arkanuddin, mengatakan, meski meyakini hilal belum terlihat, alasan tetap diadakannya pantauan adalah mekanisme formal untuk sidang Isbat.
"Ini kan sebetulnya simalakama nggih untuk rukyat hilal kali ini, kan karena memang dipastikan hilal tidak akan terlihat karena masih di bawah ufuk," jelas Mustofa.
Mustofa mengatakan, selain kebutuhan mekanisme formal sidang isbat, rukyat hari ini juga tetap diadakan berdasarkan pada penanggalan. Dia menjelaskan rukyatulhilal memang diadakan pada 29 Syaban, yang jatuh pada hari ini.
"Jadi instruksi rukyat itu mengikuti kalender. Sementara kalender kita hari ini tanggal 29 (Syaban), jadi tidak mempertimbangkan hilal itu di bawah ufuk atau di atas ufuk. Kalau yang besok itu sudah tanggal 30 Syaban, itu nggak boleh kita rukyat tanggal 30 di dalam kalender lho ya, kalender hijriah yang dibuat pemerintah itu," ujarnya.
Pada pantauan sore nanti, BHR DIY menggunakan tiga teleskop yang sudah terpasang di POB Bukit Syekh Belabelu. Mustofa mengatakan secara kondisi astronomi saat ini, di seluruh Indonesia hilal awal Ramadan posisinya masih berada di bawah ufuk pada saat matahari terbenam nanti sore.
Baca selengkapnya di sini
Tonton juga video "Menag Beberkan Alasan Sidang Isbat 1 Ramadan Digelar di Hotel"
(ygs/idh)










































