Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Jenazah Farhan Kopilot ATR 42-500

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Jenazah Farhan Kopilot ATR 42-500

Fuad Jauhary - detikNews
Minggu, 25 Jan 2026 10:38 WIB
Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Jenazah Farhan Kopilot ATR 42-500
Tangis keluarga pecah usai jenazah kopilot pesawat ATR 42-500 Farhan Gunawan dimakamkan di Pemakaman Darusalam Valley, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (Fuad Jauhary/detikSulsel)
Jakarta -

Jenazah kopilot pesawat ATR 42-500 PK-THT Farhan Gunawan dimakamkan di Pemakaman Darussalam Valley, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tangis keluarga pecah saat jenazah korban jatuhnya pesawat di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, itu dimasukkan ke liang lahad.

Pantauan detikSulsel di lokasi, Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 10.00 Wita, sejumlah pelayat berbaju hitam mengantar Farhan ke tempat peristirahatan terakhirnya. Cuaca yang awalnya terik berubah mendung menjelang pemakaman.

Sebuah tenda berwarna hijau berdiri di atas kuburan jenazah. Terdengar sejumlah suara tangisan saat jenazah Farhan diturunkan ke kuburannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang ustaz memimpin doa dengan suara tersedu-sedu sesaat jenazah selesai dimakamkan. Suara tangis keluarga pecah saat ustaz menyelesaikan doanya.

ADVERTISEMENT

Kakek korban, Nur Husein, mengaku ikhlas menerima kabar kepergian cucunya. Dia berharap orang tua Farhan tabah menerima cobaan tersebut.

"Harapan keluarga dari awal diiringi doa kami berharap cucunda Muhammad Farhan Gunawan akan selamat masih bisa bersama-sama kami di tengah-tengah keluarga," ujar Husein di lokasi.

"Tiada daya dan upaya kita kecuali kita serahkan kepada Allah SWT. Insyaallah dengan peristiwa semacam ini dalam syariat agama adalah mati syahid," sambungnya.

Tampak ibu Farhan duduk di dekat nisan menangis usai pemakaman selesai. Seorang kerabat terlihat memegang foto Farhan saat keluarga mendoakan kepergian Farhan.

Baca selengkapnya di sini

Lihat juga Video Proses Evakuasi Jenazah Korban Kesepuluh ATR 42-500 dari Bulusaraung

(dwr/gbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini