"Rumah yang hancur ada tujuh rumah, yakni di Kampung Tajur 6 rumah, Karang Tengah 1 rumah," kata Kepala Desa Idaman, Ilman, Sabtu (17/1/2026).
Ilman mengatakan kerusakan rumah warga disebabkan banjir yang melanda. Menurutnya, warga mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
"Penyebabnya banjir dan angin sehingga rumah-rumah tersebut ambruk," ucapnya.
Ilman berencana melaporkan peristiwa ini kepada pihak kecamatan. Hal itu dilakukan agar ada penanganan dan bantuan pembangunan bagi warga terdampak.
"Ke depannya, kami dari pihak desa mengusulkan ke kecamatan untuk ditindaklanjuti," kata Ilman.
Salah seorang warga, Iyat, mengaku dinding rumahnya ambruk karena tak kuat menahan derasnya air. Rumahnya ambruk juga karena dindingnya sudah retak-retak.
"Dindingnya ambruk," kata Iyat.
Selama satu pekan, Iyat mengatakan stok logistik untuk pangan sudah mulai menipis. Tak hanya itu, dia menyebut para warga juga sangat membutuhkan air bersih.
Selama satu pekan, dia memasak air hujan untuk dikonsumsi. Hal itu terpaksa ia lakukan karena air sumur tidak bisa digunakan lantaran keruh.
"Untuk air minumnya saya masak air hujan, karena air sumur nggak bisa dipasak," katanya.
Warga lainnya, Sakib, bernasib sama. Rumah yang ia tinggal juga ambruk akibat diterjang banjir.
"Batanya lembap karena terendam banjir, nggak kuat menahan, udah retak-retak, langsung ambruk," kata Sakib.
Rumah Sakib ambruk pada Minggu (11/1). Sampai saat ini sisa-sisa puing reruntuhan belum disingkirkan karena air masih menggenangi kawasan tersebut.
"Belum dibongkar, masih calebrik (becek)," katanya.
Lihat juga Video Ratusan Rumah di Karawang Terendam Banjir gegara Tanggul Jebol
(wnv/wnv)











































