Wagub Sumbar Minta Air Sinkhole Tak Diminum: Mengandung Bakteri, Bukan Obat!

Wagub Sumbar Minta Air Sinkhole Tak Diminum: Mengandung Bakteri, Bukan Obat!

Antaranews - detikNews
Senin, 12 Jan 2026 12:39 WIB
Wagub Sumbar Minta Air Sinkhole Tak Diminum: Mengandung Bakteri, Bukan Obat!
Sinkhole di tengah sawah, Limapuluh Kota, Sumatera Barat, ramai didatangi warga. (Jeka Kampai/detikcom)
Padang -

Ramai warga mengambil air di kawasan sinkhole (lubang runtuhan) di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, untuk dijadikan obat. Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Vasko Ruseimy menegaskan air itu mengandung bakteri E-coli.

"Berdasarkan hasil kajian awal Badan Geologi dan pemeriksaan Dinas Kesehatan, kualitas air menunjukkan kandungan bakteri yang cukup tinggi," kata Wagub Sumbar Vasko Ruseimy di Kota Padang, dilansir Antara, Senin (12/1/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sisi potential of hydrogen (PH) atau potensi hidrogen, air ini berada di bawah 6,5. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau dan mengingatkan agar masyarakat untuk tidak mengonsumsinya.

"Jadi kalau bisa tolong jangan diminum. Ibaratnya seperti air di sungai pada umumnya," kata Vasko.

ADVERTISEMENT
Vasko mengatakan Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Badan Geologi dan instansi terkait telah melakukan pemantauan serta kajian lanjutan guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Wagub berharap penjelasan tersebut dapat menjadi pedoman bagi masyarakat sekitar agar tidak keliru memanfaatkan air dari lokasi sinkhole. Pada kesempatan itu, ia menekankan fenomena ini murni proses alam, dan tidak berkaitan dengan hal-hal mistis maupun klaim dapat penyembuhan penyakit.

"Tidak ada air ini (air sinkhole) untuk menyembuhkan penyakit atau demi kesehatan. Itu tidak ada," ujarnya.

Selain itu, Wagub mengingatkan masyarakat tetap mematuhi batas pengamanan yang telah ditetapkan. Pihak kepolisian telah memasang garis polisi dengan jarak aman dari bibir lubang minimal 50 meter, mengingat kondisi tanah masih berpotensi amblas.

Dari hasil perhitungan cepat, Vasko menjelaskan kandungan total zat terlarut (TDS) dan besi (Fe) masih tergolong aman. Namun, tingginya kandungan bakteri E-coli menjadi faktor utama yang membuat air tersebut tidak layak dikonsumsi tanpa proses pengolahan terlebih dahulu.

Kajian lebih mendalam juga masih terus dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar bersama Badan Geologi. Hasil kajian komprehensif nantinya akan menjadi dasar rekomendasi teknis yang diserahkan kepada Bupati Limapuluh Kota untuk menentukan kebijakan lanjutan terkait pemanfaatan dan pengamanan kawasan.

Lihat juga Video: Penampakan Sinkhole Muncul di Jalanan Maros Sulsel

(idh/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads